Buruh Sawit dan Pedagang Jamu Antarkan Putrinya Jadi Wisudawan Berprestasi di Kampus UIN SU

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Berangkat dari kesederhanaan tak mengurangi semangat seorang gadis kelahiran tepat di hari pahlawan penghujung tahun 1999 bernama Audry Uyuni untuk terus belajar.

Meski terlahir dari seorang anak buruh sawit dan pegadang jamu, namun gadis berkerudung ini akhirnya mampu meyabet gelar ‘Wisudawan Berprestasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara’ pada yudisium 17 November 2021 lalu yang berlangsung di Uniland Plaza Auditorium.

Dalam wisuda itu, nama Audry Uyuni menjadi salah satu perhatian kala itu. Pasalnya ia menjadi salah satu wisudawan berprestasi. Hal itu membuat rasa harus sekaligus kebanggaan, Syarifah Ermimy dan Sugiman saat mengantarkan putrinya memakai toga sarjana.

Dia bahkan menjadi pencetus bergelar sarjana di keluarganya. Ayahnya hanya buruh sawit yang bekerja di perusahan orang di Kota Pangkalan Kerinci dan Ibunya pegadang jamu.

“Orangtua saya gelarnya S3, alias SD, SMP, SMA. Sama sekali gak pernah mencicipi bangku perkuliahan, tapi saya bertekad kuat bahwa anak sulungnya ini bisa berhasil jadi sarjana dan Alhamdulillah telah saya buktikan, bahkan di keluarga, saya adalah cucu yang pertama kali diwisuda menjadi sarjana,” tutur haru serta bangga Audry baru-baru ini.

Prestasi

Soal pendidikan, sejak SD ia terbilang cukup berprestasi. Meski bukanlah berasal dari keluarga yang terbilang well educated dan ekonomi berkecukupan, namun rapornya dari Sekolah Dasar hingga di bangku kuliahan terus menjaga prestasi. Rangking III besar dan Rangking I kerap diraihnya saat bersekolah.

Sebab ia berfikir, pendidikan yang bagus disertai do’a orangtua kepada sang pencipta mampu mendukungnya dimasa depan. Selama kuliah, dirinya juga pernah mendapati beasiswa dari PTPN III juga Bank Indonesia Sumatera Utara. Baginya, itu merupakan sesuatu yang ia usahakan selama berkuliah di UIN SU karena bisa membantu mengurangi biaya yang membebani orangtua.

Semangat itu juga membuatnya berani tampil mengikuti setiap kegiatan, baik soal akademik maupun ikut kegiatan sana-sini menjadi organisatoris yang bikin tambah jam terbang pengalaman.

“Lumayan terbilang sibuk dengan kegiatan organisasi, Alhamdulillah dapat amanah disitu, pernah telat, pernah juga gak masuk. Tapi cara mensiasatinya sewaktu bisa masuk di jam kelas itu, mengusahakan agar bisa aktif selama di kelas,” ucap Audry.

Di perkuliahan, Audry pernah juga ikut kegiatan mewakili nama kampus sampai ke Kupang, ke Makassar, ke luar kota.

Meskipun pada awalnya, ia dengan berat hati dan tidak ikhlas harus berkuliah disitu, sebab ia sangat gigih dan kekeh ingin kuliah di Jawa dengan segala daya upaya namun orangtuanya tidak merestui.

“Tapi ternyata benar, Allah langsung jawab apa yang kita butuhkan bukan kita inginkan. Disini saya selain bisa meraih prestasi akademik dan non akademik Alhamdulillahnya lagi saya bisa berjumpa dengan orang-orang yang paham agama dengan baik sehingga membuat cara berpikir saya kepada dunia kepada Tuhan itu jauh lebih baik,” ungkap Audry.

Di UIN SU ia mengaku cukup banyak privilege yang didapatkan, bahkan sampai ke hal-hal yang tak terdefinisi, dan sebagai persembahan terakhir usai tamat dari UIN SU, nama Audry Uyuni berhasil bisa menjadi wisudawan berprestasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN SU.

Ia percaya, keberhasilan tersebut bukan sepenuhnya usaha yang ia perbuat. Bukan karna ia yang hebat, bisa jadi usaha itu totalnya 30 persen dianggap Allah, dan sisanya doa Ibunya yang menangis tengah malam memohon doa tiada henti mendoakan kemudahan dan kesuksesan anaknya yang doa itu tembus ke Arsy Allah serta doa dari orang-orang baik lainnya.

“Terima kasih Bapak dan Mamak, terima kasih keluarga dan saudara yang juga turut membantu serta mendoakan sampai aku bisa sarjana. Semoga Allah SWT terus melimpahkan karunia-Nya kepada kita,” tuturnya.

Ia juga mengaku kalau prestasi hingga perguruan tinggi bisa diraih siapa saja. Bahkan bagi pelajar maupun mahasiswa dari keluarga ekonomi menengah kebawah seperti dirinya. Menurutnya, sejak sekolah ia punya prinsip untuk maju dan berkembang. Terutama perbaikan ekonomi dengan dunia pendidikan. Untuk itu ia terus tekun dan semangat belajar.

Disamping kemauan dan rajin belajar, kerja tulus dan ikhlas menjadi kunci kesemuanya. Ia yakin, dengan itu semua, bisa mengantarkan untuk menyelesaikan pendidikan meski adanya berbagai kendala. “Semoga ilmu yang saya peroleh berkah. Saya akan terus belajar, disamping itu berusaha mencari pekerjaan untuk membantu ekonomi keluarga,” harapnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *