Madina, Armadaberita.com – Ratusan Masyarakat Kelurahan Tapus Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara yang berunjuk rasa di depan PT Tri Bahtera Srikandi (TBS) diduga salah alamat dan berujung pengerusakan.
Hal itu diutarakan oleh Humas perusahaan pabrik sawit PT TBS yang ada di kawasan Desa Patiluban Mudik Kecamatan Natal Kabupaten Madina kepada Waratwan, pada Selasa (20/8).
“Harusnya mereka (Massa Tapus-red) datangi perkebunan bukan pabrik, sebab yang mereka tuntut itu perkebunan, apa salah pabrik ini? Dan yang mereka tuntut itu sedang proses hukum atau masih ditangani pihak BPN dan Kepolisian,” ungkap Ferdi Matondang, Humas pabrik sawit PT TBS itu.
Ferdi menerangkan, akibat dari aksi masyarakat Tapus yang berunjuk rasa di depan pabrik sawit PT TBS itu membuat seharian pabrik terbengkalai menerima penjualan hasil sawit warga di sekitar pabrik hingga warga yang bekerja bongkar muat di perusahaan itu.
“Kami dari pihak perusahaan merasa sangat dirugikan dalam hal ini sebab kami di pabrik mengalami banyak kendala atas kegiatan demonstran itu, bahkan pihak serikat pekerja transport Indonesia atau SPTI ikut keberatan karena dalam satu hari ini terpaksa dihentikan kegiatan mereka,” bebernya.
Ratusan massa yang awalnya melakukan aksi damai memaksa menerobos jalan pribadi milik pabrik PT TBS yang sempat diblok atau ditutup oleh pihak perusahaan dirusak menggunakan batu dan menyeret pagar besi hingga terjadi kerusakan.
“Saya rasa perilaku mereka ini ada dugaan pengerusakan dan kalau masalah jalan kami tutup sementara, karena itu jalan pribadi milik perusahaan dan kami melakukan penutupan jalan untuk menghindari anarki dan kesalahpahaman antara kami dan masyarakat yang berdemo tadi,” jelasnya.
PT TBS berharap, permasalahan ini segera dituntaskan dan semoga masyarakat kelurahan Tapus Kecamatan Lingga Bayu Madina dapat memahami dan memaklumi keadaan pabrik sawit PT TBS yang tidak ada kaitannya dengan tuntutan mereka warga tapus.
“Semoga saja warga yang berunjuk rasa dapat memahami keberadaan pabrik sawit ini dan pabrik ini tidak memiliki salah kepada mereka kalaupun ada salah kami dari pihak perusahaan kami memohon ma’af,” Harapnya. (LR).











