Cibinong, Armadaberita.com – Penurunan produksi bawang merah akibat serangan hama Spodoptera exigua kini mendapat solusi inovatif. Pusat Riset Zoologi Terapan (PRZT) BRIN menghadirkan riset “Pengembangan Teknologi Feromon untuk Pengendalian Hama Spodoptera exigua pada Tanaman Bawang Merah”, yang baru saja diadopsi oleh CV Nusagiri melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Rapat Koordinasi Tahun 2026 di Auditorium Lantai 6, KKB Kusnoto – BRIN Bogor, Kamis (5/2).
Direktur CV Nusagiri, Nursyamsu, menegaskan bahwa kerja sama ini membuka peluang bagi pihak swasta untuk mengimplementasikan teknologi ramah lingkungan, aman, dan efektif bagi petani. “Teknologi feromon ini diharapkan memberi manfaat nyata sekaligus bernilai komersial,” ujarnya.
Peneliti PRZT BRIN, I Made Samudra, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari kebutuhan petani untuk mengatasi hama bawang yang sulit dikendalikan. Produk feromon hasil riset siap dikomersialkan, sementara izin edar tengah diproses agar teknologi bisa dimanfaatkan secara luas.
Ke depan, tim peneliti BRIN juga menyiapkan produk baru, Biogenol, untuk pengendalian lalat buah pada komoditas seperti mangga, jeruk, dan cabai, sebagai bagian dari langkah berkelanjutan mendukung ketahanan pangan dan pertanian yang ramah lingkungan. (Lindung Silaban)











