Alatan Indonesia Gelar Webinar Nasional untuk Tingkatkan Kinerja Pemerintah

Share

Armadaberita.com | Jakarta – PT Alatan Asasta Indonesia mengadakan Webinar Nasional bertajuk “Menyusun Cascading & Indikator Kinerja Renstra yang Efektif dan Terukur” pada 28 Oktober 2025. Kegiatan virtual ini diikuti lebih dari 250 peserta dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, akademisi, dan sektor swasta di seluruh Indonesia.

CEO Alatan Indonesia, Harmada Sibuea, menekankan pentingnya menyelaraskan tujuan strategis organisasi dengan capaian pembangunan nasional. Ia menjelaskan bahwa indikator kinerja harus tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga relevan dan memberikan kontribusi nyata. Cascading yang tepat membuat seluruh level organisasi bergerak serempak menuju tujuan bersama.

Dalam webinar, Harmada menjelaskan tiga level kinerja utama sesuai Permenpan RB No. 89/2021:

1. Strategic Objectives (Impact) – Dampak jangka panjang yang ingin dicapai.

2. Tactical Objectives (Outcome) – Hasil langsung dari program atau kegiatan.

3. Operational Objectives (Output) – Keluaran konkret di tingkat operasional.

Webinar juga membahas lima tahapan penyusunan cascading kinerja, termasuk penentuan ultimate outcome, identifikasi critical success factors (CSF), dan penerjemahan ke sasaran program dan kegiatan. Prinsip SMART-C (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound, Continuously Improving) ditekankan untuk memastikan indikator kinerja efektif.

Peserta mendapatkan kesempatan mendalami perbedaan antara Indikator Kinerja Utama (IKU), Indikator Kinerja Program (IKP), dan Indikator Kinerja Kegiatan (IKK), serta membahas penyesuaian target Renstra akibat dinamika fiskal dan perubahan Dana Transfer ke Daerah (TKD).

Sesi interaktif membuka ruang bagi peserta berbagi praktik terbaik dan mendiskusikan tantangan implementasi cascading di lapangan, termasuk penyelarasan target lintas unit dan integrasi perencanaan dengan evaluasi kinerja.

Harmada menekankan, “Kinerja yang baik bukan hanya soal angka tinggi, tetapi soal relevansi dan kontribusi terhadap hasil pembangunan. Indikator harus disusun cerdas, kolaboratif, dan berorientasi hasil.”

Webinar ditutup dengan ajakan memperkuat kolaborasi antarinstansi dalam penyusunan Renstra K/L/PD 2025–2029 sebagai bagian dari percepatan transformasi tata kelola pemerintahan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *