armadaberita.com – MEDAN – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya menekankan pentingnya meningkatkan produksi pangan lokal demi mewujudkan kemandirian pangan dan menjaga kestabilan harga di daerah.
Hal itu disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi TPIP-TPID dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) se-Sumatera di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Kamis (24/4/2025).
Menurut Surya, Sumatera Utara dan wilayah Sumatera lainnya memiliki potensi pangan yang besar, namun masih menghadapi tantangan dalam distribusi dan ketergantungan pasokan dari luar daerah, terutama dari Pulau Jawa.
“Kita masih banyak bergantung pada pasokan dari luar, padahal kita punya potensi. Jadi, meningkatkan produksi pangan lokal adalah langkah strategis untuk mandiri secara pangan,” ujar Surya.
Ia menyebutkan komoditas seperti beras, hortikultura, dan sayuran akan terus didorong produksinya. Pemprov juga terus menjalankan berbagai program seperti tanam serentak, operasi pasar, hingga penguatan kerja sama antar daerah.
Wagub juga menyampaikan kabar baik soal pengendalian inflasi di Sumut. Per Maret 2025, inflasi Sumut tercatat hanya 0,68% (month-to-month), jauh lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 1,65%.
“Ini menunjukkan bahwa upaya kita untuk menjaga harga tetap stabil dan terjangkau membuahkan hasil,” tambahnya.
Surya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi, mulai dari TPID, Bank Indonesia, OPD teknis, kelompok tani, hingga BUMD.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Rudy B Hutabarat menambahkan, inflasi sepanjang 2024 berhasil ditekan, khususnya karena stabilnya harga beras dan meningkatnya luas panen serta dukungan infrastruktur pasca bencana.
Beberapa tantangan yang perlu dibenahi, menurut Rudy, adalah infrastruktur, distribusi pupuk subsidi, kualitas SDM petani, hingga pemanfaatan teknologi dan inovasi dari perguruan tinggi.
Rakor ini juga dihadiri oleh pejabat Kementerian Koordinator Perekonomian, BI Pusat, dan perwakilan BI dari seluruh provinsi di Sumatera. Rakor ini menjadi bagian penting dari upaya bersama dalam menjaga ketersediaan dan kestabilan pangan di wilayah Sumatera. (*)











