EKBIS  

OJK KR5 Sumbagut Buat Sumut Runner Up Indeks Inklusi Keuangan 2019

Share

Sibolangit, armadaberita.com

Secara nasional, hingga Oktober 2019 pertumbuhan kredit bank umum tercatat sebesar 3,79% (ytd) / 6,43% (yoy). Demikian pula halnya untuk Sumatera Utara.

Secara khusus pencapaian kinerja OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) untuk Sumatera Utara menjadi lebih baik.

Terbukti mampu merealisasikan pembukaan 1.246 rekening nasabah baru dengan nominal transaksi/penghimpunan dana sebesar Rp2,61 Miliar dalam 1 event inklusi keuangan (2 hari) dalam acara Pasar Keuangan Rakyat 2019.

“Kondisi ini sekaligus mendorong Provinsi Sumatera Utara menempati runner up indeks inklusi keuangan terbaik nasional tahun 2019,” kata, Kepala OJK KR5 Sumbagut, Yusuf Ansori saat menggelar Media Gathering, ‘Sinergi Kantor OJK Regional 5 Sumbagut dan Media Partner Dalam Meningkatkan Literasi Fintech yang Akuntabel’ di The Hill, Sibolangit, Jum’at (14/12/2019) sore.

Pencapaian itu, papar Yusuf Ansori, dari berbagai tingkatan positif yang diperoleh dari kinerja OJK KR5 dan stake holder.

Terbukti, dalam kurun setahun ini, OJK telah merekomendasikan perizinan 10 usaha pergadaian swasta dari Sumatera Utara dan menjadi yang terbanyak di luar Pulau Jawa. Dan juga telah melakukan 3 Roadshow Sosialisasi IPO di 2019 ke berbagai Bank Umum.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kerja sama OJK, BEI, dan Industri Perbankan dalam mendorong perusahaan yang menjadi nasabah perbankan untuk go public.

Sinergi Program Laku Pandai juga terus berjalan baik dengan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sehingga merealisasikan jumlah 54.020 Agen Laku Pandai dan 1.049.319 Nasabah Laku Pandai (posisi Jun-19).

“Dimana angka ini merupakan capaian agen dan nasabah terbesar di luar Pulau Jawa,” papar, Yusuf Ansori, didampingi Deputi Pengawasan dan Bidang Kehumasan OJK, Anton Purba, serta Kepala Sub Bagian Informasi dan Administrasi OJK KR 5 Sumbagut, Yovie Sukanda.

Yusuf merinci, selama 2019, telah membentuk 20 TPAKD di Kabupaten dan Kota di Sumatera Utara. Sehingga total TPAKD di Sumatera Utara adalah 22.

Secara agregat Sumut, pertumbuhan kredit tercatat sebesar -0,18% (ytd) / 2,62% (yoy). Berdasarkan sektor ekonomi, hampir semua sektor ekonomi mengalami tekanan pembiayaan, dan perlambatan terbesar berasal dari sektor Konstruksi yang dan Pertambahan masing-masing mencatatkan pertumbuhan negatif 5,01% dan 1,84%.

Selanjutnya, intermediasi pasar modal masih menunjukkan tren positif dengan kepercayaan pasar yang masih relatif baik tercermin dari nominal IPO mencapai Rp11,23 Triliun, right issue: Rp26,29 Triliun, dan Obligasi Korporasi sebesar Rp95,91 Triliun. Hingga saat ini terdapat 40 perusahaan emiten baru.

Per November 2019, di Sumatera Utara terdapat 402 entitas Industri Jasa Keuangan (IJK) yang terdiri dari 131 entitas Perbankan, 83 entitas Pasar Modal, dan 188 entitas IKNB. Entitas IJK tersebut memiliki 3.052 jaringan kantor tersebar di seluruh wilayah Sumatera Utara, yang terdiri dari 2.224 kantor Perbankan, 227 kantor Pasar Modal, dan 750 kantor IKNB.

Kinerja Perbankan (Bank Umum dan BPR) di Sumatera Utara terjaga pada posisi yang stabil per Oktober 2019, tercermin dari jumlah: Total Aset: Rp262 Triliun, tumbuh 9,53% (ytd) / 4,50% (yoy), Total DPK: Rp237 Triliun, tumbuh 6,90% (ytd) / 5,04% 9 (yoy), Total Kredit: Rp222 Triliun, tumbuh -0,18% (ytd) / 2,62% (yoy), NPL: 3,39%, dan LDR mencapai 93,33%.

Meskipun untuk pertumbuhan Kredit perbankan secara konsolidasi relatif melambat, disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan kredit sektor Perdagangan (Rp46 Triliun; ytd: -10,98% / yoy: -11,38%) dan Pertanian (Rp41 Triliun; ytd: -2,65% / yoy: 2,94%), jumlah kredit macet atau NPL masih dapat ditahan dengan baik di angka 3,39% dari total kredit.

Terkhusus untuk kinerja Bank yang berkantor pusat di Sumatera Utara terpantau cemerlang. Hal itu tercermin dari Penyaluran Kredit BPR/S sebesar Rp1,3 Triliun per Okt-19, dengan pertumbuhan sebesar 19,18% dari Des-18; dan Penyaluran Kredit BPD Sumut sebesar Rp23,6 Triliun per November 2019, bertumbuh 8,64% dari Desember 2018.

“Angka ini merupakan pertumbuhan tertinggi sepanjang riwayat pertumbuhan kredit BPD Sumut. Dimana pada tahun-tahun sebelumnya hanya berkisar pada angka ±5%,” jelas, Kepala OJK KR5 Sumbagut.

Sedangkan untuk penyaluran kredit kepada UMKM dalam mendukung terwujudnya UMKM Sumatera Utara yang bermartabat dan berdaya saing global juga berjalan dengan baik.

Hal itu terlihat dari penyaluran kredit bank umum kepada UMKM per Oktober 2019 sebesar 59,6 Triliun, bertumbuh 5,16% dari Desember 2018. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di tahun 2019 sebesar Rp5,4 Triliun per November yang artinya meningkat ke angka 13,16% dibandingkan dengan penyaluran KUR di 2018 per November.

Sedangkan untuk keuangan Non Bank (IKNB) menunjukkan angka yang baik dan cenderung stabil. Dari sisi Pembiayaan, Perusahaan Pembiayaan per Oktober 2019 menyalurkan pembiayaan sebesar Rp18,5 Triliun, meningkat 6,64% dari Desember 2018.

Penyaluran pembiayaan dari Perusahaan Modal Ventura juga bertumbuh dengan baik. Terlihat dari realisasi per Sep-19 sebesar Rp39,3 Miliar, tumbuh 48,17% dari Desember 2018.

Dari sisi Asuransi, Asuransi Jiwa di Sumatera Utara mencatatkan jumlah premi Rp7,6 Triliun dan klaim Rp6,4 Triliun per September 2019. Sementara Asuransi Umum mencatatkan jumlah premi Rp1,2 Triliun dan klaim Rp655 Miliar.

Dalam mempercepat akses keuangan daerah bersama dengan Pemprov, Pemkot, dan Industri Jasa Keuangan dalam TPAKD, OJK KR 5 Sumbagut telah mengadakan 16 rapat dan 16 workshop selama tahun 2019.

Salah satu wujud percepatan akses keuangan daerah tersebut tercermin dari terus bertumbuhnya premi Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS), Asuransi Usaha Tanam Padi (AUTP), dan AsNel (Asuransi Nelayan).

“Untuk realisasi tahun 2019 per bulan September, jumlah petani dan lahan yang diasuransikan dalam AUTP tercatat sebesar 2.831 jiwa dan 1.954 ha. Jumlah peternak dan sapi yang diasuransikan dalam AUTS tercatat sebesar 1.849 jiwa dan 6.807 sapi. Serta jumlah nelayan yang diasuransikan dalam AsNel sebesar 4.653 jiwa,” ungkapnya.

Untuk Dana Pensiun, telah menghimpun dana Investasi sebesar Rp1,01 Triliun, meningkat 8,02% dibanding Des-18.

Dari industri Pasar Modal, jumlah rekening investor atau SID tercatat sebesar 96.025 rekening. Jumlah tersebut bertumbuh stabil pada September 2019 di angka 37,97%. Meningkat dibandingkan dengan September 2018 di angka 34,37%.

Untuk jumlah saham yang dimiliki oleh investor di Sumatera Utara juga terusm eningkat. Pada September 2019, tercatat kepemilikan saham sebesar Rp 9,2 Triliun, meningkat 5,43% dibanding Desember 2018.

“Pencapaian itu membuat OJK KR5 Sumbagut menerima penghargaan dari Bank Indonesia sebagai Mitra Strategis Terbaik Instansi Vertikal 2019,” sebutnya.

Tak hanya menjalankan fungsi pengaturan dan pengawasan, OJK KR5 Sumbagut juga senantiasa melindungi masyarakat dengan menerima dan menindaklanjuti keluh kesah nasabah jasa keuangan.

Selama tahun 2019, OJK KR 5 Sumbagut telah menerima 233 pengaduan nasabah. Keseluruhannya dapat dituntaskan.

“Pengaduan tersebut terdiri dari 88 pengaduan Perbankan, 91 pengaduan terkait Asuransi, 53 pengaduan terkait Pembiayaan, dan 1 pengaduan terkait Pasar Modal. 100% dari pengaduan tersebut telah ditindaklanjuti oleh OJK KR 5 Sumbagut,” pungkas Yusuf Ansori. (Nst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *