EKBIS  

Dongkrak Sistem Pembayaran Nontunai di Nias, BI Sibolga Laksanakan Kegiatan Ya’ahowu Digifest 2023

Kegiatan Ya’ahowu Digifest 2023 yang digelar BI Sibolga berlangsung selama dua hari yaitu Kamis 13 — Jum'at 14 Oktober 2023 di Taman Ya’ahowu Kota Gunungsitoli.
Share

Gunungsitoli, ArmadaBerita.Com

Dalam mendongkrak percepatan sistem pembayaran digital (nontunai), Bank Indonsia (BI) Sibolga berkolaborasi dengan pemerintah daerah di Kepulauan Nias di bawah naungan TP2DD atau Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah, menggelar Ya’ahowu Digifest 2023.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga bersama Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli menggelar rangkaian kegiatan Ya’ahowu Digifest 2023 yang berlangsung selama dua hari yaitu Kamis 13 Oktober sampai Jum’at 14 Oktober 2023 di Taman Ya’ahowu Kota Gunungsitoli.

“Kegiatan tersebut meliputi 3 agenda utama yaitu Ya’ahowu EduFair, Ya’ahowu Forum dan Ya’ahowu Culture & Entertainment ini berhasil mendapatkan atensi masyarkat di Kepulauan Nias tentang pentingnya digitalisasi dalam mendongkrak ekonomi Kepulauan Nias,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Yuliansah Andrias dalam sidang pers tertulis yang diterima wartawan, Rabu (18/10/2023).

Yuliansah Andrias menerangkan bahwa Ya’ahowu Digifest 2023 merupakan kegiatan buah kolaborasi bersama antara BI dan seluruh pemerintah daerah di Kepulauan Nias dibawah naungan TP2DD atau Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah yang memiliki 3 tujuan utama.

“Ketiga tujuan itu yaitu; akselerasi implementasi sistem pembayaran non tunai, percepatan dan perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) serta inisiasi implementasi Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD),” paparnya.

Sejak dibuka tanggal 12 Oktober 2023 oleh Kepala BI Sibolga, Asisten Ekonomi Pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kepala Perwakilan BPK Provinsi Sumatera Utara dan seluruh kepala daerah di Kepulauan Nias antara lain Bupati Nias, Bupati Nias Selatan, Wakil Walikota Gunungsitoli dan Wakil Bupati Nias Utara, terlihat animo masyarakat Kepulauan Nias pada kegiatan tersebut sangat baik.

“Selama 2 hari rangkaian kegiatan Ya’ahowu sejak pagi hingga malam, jumlah pengunjung tercatat lebih dari 10.000 orang dengan total traksaksi umkm bekisar 250 juta Rupiah,” terangnya.

Selain itu, lanjut Yuliansah Andrias, kegiatan ini juga berhasil mendongkrak sektor pariwisata di Kepulauan Nias khususnya Kota Gunungsitoli. Multiplier effect rangkaian kegiatan ini terlihat dari Occupancy Rate hotel yang tinggi serta dorongan penjualan makan dan minum disekitar lokasi yang meningkat.

Animo masyarakat Kepulauan Nias pada pergelangan Ya’ahowu Digifest 2023.

Kepala BI Sibolga juga mengungkapkan bahwa dalam kegiatan itu terdapat beberapa capaian-capaian yang diantaranya adalah:

1. Komitmen bersama seluruh kepala daerah se-Kepulauan Nias terkait peningkatan ETPD. Komitmen ini meliputi upaya bersama merubah pembayaran pajak, retribusi serta belanja pemerintah dari sebelumnya tunai menjadi non-tunai.

2. Peresmian Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) untuk Pemerintah Kota Gunungsitoli dan Kabupaten Nias Selatan. KKPD merupakan Kartu Kredit yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran atas belanja APBD. Melalui implementasi KKPD, belanja pemerintah daerah akan semakin mudah. Implementasi KKPD ini sekaligus dapat membantu umkm daerah dalam menerima pembayaran yang lebih cepat.

3. Peningkatan plafon Kas Titipan Bank Indonesia di BNI Kota Gunungsitoli dari sebelumnya Rp 150 Milyar menjadi Rp 250 Milyar. Peningkatan ini merupakan upaya peningkatan layanan BI sehingga uang layak edar dapat lebih cepat didistribusikan di wilayah Kepulauan Nias. Hal ini sekaligus menjadi indikator telah terjadinya peningkatan ekonomi yang konsisten terjadi di wilayah Nias selama ini.

4. Peresmian QRIS di beberapa layanan pemerintah daerah maupun objek wisata di Kepulauan Nias. QRIS di Kota Gunungsitoli meliputi layanan retribusi parkir, Rumah Potong Hewan (RPH) dan objek wisata museum Pusaka Nias.

5. Edukasi QRIS melalui Live Experience belanja 780 rupiah untuk menikmati secangkir kopi. Untuk mendorong masyarakat dalam menggunakan QRIS, dilakukan kerjasama dengan Museum Pusaka Nias untuk merasakan nikmatnya kopi cukup dengan membayar 780 rupiah melalui QRIS.

6. Penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM) dimana 15 Ton Beras dan 1 ton aneka sayur habis terjual selama 2 hari.

7. Kegiatan Kas Keliling penukaran uang kecil dan uang lusuh didukung dengan edukasi Cinta, Bangga dan Paham Rupiah (CBPR) kepda masyarakat agar lebih memahapi pentingnya menjaga Rupiah.

8. Promosi culture & entertainment mengangkat budaya Kepulauan Nias. Rangkaian promosi culture & entertainment dilakukan melalui berbagai kegiatan diantaranya lomba mewarnai, lomba fashion show, lomba paduan suara, showcase uang Rupiah oleh Museum Bank Indonesia (MuBI), pameran buku dan budaya masyarakat Nias dan lainnya.

Di momen tersebut Yuliansah juga mengajak kepada pemerintah daerah untuk terus mendorong peningkatan digitalisasi di wilayahnya melalui program-program ETPD. Para perbankan juga diharapkan terus bekerjasama dengan pemerintah daerah dalam mensukseskan digitalisasi Kepulauan Nias yang lebih cepat. Serta para pelaku usaha di Kepulauan Nias juga dihimbau untuk bersama mengalihkan transaksi dari sebelumnya hanya tunai menjadi tunai dan non tunai.

Tidak lupa BI juga mengajak masyarakat untuk terus menggunakan pembayaran non tunai dalam segala transaksi karena muara dari digitalisasi ini adalah peran masyarakat itu sendiri. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan efek yang besar terhadap kesejahteraan masyarakat secara luas,” pungkas Yuliansah. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *