Tingkatkan Produktivitas dan Pendapatan, UNIMED Bantu Petani Perempuan di Pakpak Bharat Panen Padi Lebih Cepat dan Pelatihan Usaha

UNIMED membantu petani perempuan di Pakpak Bharat agar proses panen padi lebih cepat. UNIMED menyumbangkan mesin perontok padi yang bisa menggantikan cara manual yang selama ini memakan waktu lama dan melelahkan.
Share

Armadaberita.com | PAKPAK BHARAT – Universitas Negeri Medan (UNIMED) memberikan bantuan kepada petani perempuan di Pakpak Bharat agar proses panen padi menjadi lebih cepat. Pada Jumat (20/6/2025), UNIMED menyumbangkan mesin perontok padi yang bisa menggantikan cara manual yang selama ini memakan waktu lama dan melelahkan.

Selain itu, tim dosen UNIMED juga memberikan pelatihan mengurus nomor induk berusaha (NIB), untuk membantu petani mengembangkan usahanya. Dengan bantuan ini, diharapkan panen bisa lebih efisien, beban kerja petani berkurang, dan peluang usaha mereka semakin besar.

Selama ini, banyak petani di Pakpak Bharat– dan di Sumatera Utara–masih mengandalkan cara manual dan tradisional dalam memisahkan gabah dari jerami padi. Cara ini memakan waktu lama dan tenaga besar, sehingga produktivitas menjadi terbatas. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian, khususnya padi, menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional. Namun, tantangan efisiensi masih sering menghambat kemajuan petani kecil.

Dengan kehadiran mesin perontok modern yang disumbangkan oleh tim dosen UNIMED, proses perontokan padi dapat dipercepat hingga 50 persen. Artinya, petani bisa menyelesaikan panen lebih cepat, mengurangi kerugian hasil panen yang biasanya terjadi karena penundaan pengolahan. Mesin ini juga mengurangi kelelahan fisik yang selama ini menjadi beban berat bagi petani perempuan.

Tidak hanya menyumbangkan alat, UNIMED juga memberikan pelatihan lengkap kepada kelompok petani tentang cara mengurus legalitas usaha melalui Nomor Induk Berusaha (NIB). Legalitas ini sangat penting agar usaha tani mereka diakui secara resmi dan memudahkan akses permodalan serta pasar yang lebih luas.

Selain itu, pelatihan juga mencakup pemanfaatan limbah sekam padi menjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan. Langkah ini tidak hanya membantu mengurangi limbah pertanian, tapi juga menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan sehingga hasil panen di masa depan bisa semakin baik.

Ketua tim pengabdian masyarakat UNIMED, Siti Ulgari mengatakan, dengan dukungan teknologi dan pengetahuan ini, petani perempuan di Pakpak Bharat bisa meningkatkan produktivitas sekaligus mengelola usaha tani mereka secara lebih profesional dan berkelanjutan. “Data menunjukkan, petani yang sudah memiliki legalitas usaha dan teknologi tepat guna cenderung lebih berhasil dan memiliki penghasilan lebih baik,” ungkap Siti Ulgari.

Erlina, salah satu anggota kelompok wanita tani, merasa sangat terbantu dengan adanya mesin perontok padi. Sebelumnya, mereka harus merontokkan padi dengan tangan, dan itu sangat melelahkan. “Sekarang, pekerjaan jadi jauh lebih mudah dan hasil panen bisa langsung kami jual lebih cepat. Pelatihan tentang cara mengurus surat usaha dan memanfaatkan limbah juga membuat kami sadar pentingnya menjalankan usaha dengan cara yang lebih modern,” ujarnya.

Program ini didukung penuh oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIMED dan menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan masyarakat berbasis potensi lokal.

UNIMED berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengadopsi teknologi tepat guna dan peningkatan kapasitas petani perempuan agar sektor pertanian Indonesia semakin maju dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *