Manfaatkan Teknologi dan Digitalisasi, UNIMED Dorong Usaha Kopi Wanita Tani di Pakpak Bharat Lebih Mandiri

Usaha kopi yang dijalankan oleh Kelompok Wanita Tani Usahanta di Desa Salak II, Kecamatan Salak, kini semakin berkembang berkat pendampingan dari tim dosen Universitas Negeri Medan.
Share

Armadaberita.com | PAKPAK BHARAT – Usaha kopi yang dijalankan oleh Kelompok Wanita Tani Usahanta di Desa Salak II, Kecamatan Salak, kini semakin berkembang berkat pendampingan dari tim dosen Universitas Negeri Medan (UNIMED). Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM), UNIMED memberikan dukungan nyata berupa teknologi mesin dan pelatihan digital marketing untuk meningkatkan kualitas dan pemasaran produk kopi lokal.

Salah satu bantuan utama adalah mesin pengupas kulit kopi yang membuat proses pascapanen jadi lebih cepat dan efisien. Selain itu, kelompok tani juga mendapatkan pelatihan pemasaran digital agar kopi mereka bisa dikenal lebih luas lewat media sosial dan platform online lainnya. Tidak kalah penting, UNIMED juga membantu pengurusan legalitas usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB), sehingga usaha kopi ini menjadi lebih dipercaya oleh konsumen.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2020, produksi kopi di Sumatera Utara mencapai 75 ribu ton dengan luas areal pertanaman sebesar 95,47 ribu hektar. Usaha budidaya kopi tersebar di beberapa wilayah kabupaten di provinsi ini, menjadi salah satu sumber penghidupan utama masyarakat pedesaan dan penyumbang terbesar bagi ekonomi daerah.

Selain itu, sektor pertanian di Sumatera Utara menyumbang sekitar 20% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dengan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan yang mampu menopang perekonomian pedesaan dan membuka lapangan kerja. Namun, masih banyak petani kopi yang menghadapi tantangan dalam hal teknologi dan pemasaran modern.

Ketua tim UNIMED, Sabda Dian Nurani Siahaan menjelaskan, kegiatan ini bertujuan membuat kelompok tani lebih mandiri dalam produksi, pemasaran, dan pengelolaan usaha. “Kami ingin mereka tidak hanya bisa menghasilkan kopi berkualitas, tapi juga mampu menjual produk dengan jangkauan pasar yang lebih luas, sejalan dengan tren digitalisasi yang kini sudah menjadi kebutuhan di sektor usaha kecil menengah,” ujarnya, Sabtu (21/6/2025).

Respon positif datang langsung dari Kemse, perwakilan Kelompok Wanita Tani Usahanta, yang mengaku sangat terbantu dengan dukungan UNIMED. “Mesin dan pelatihan yang kami terima sangat berguna untuk memperbaiki kualitas kopi dan memperluas pasar. Terima kasih banyak atas perhatian dan pendampingannya,” katanya.

Selain itu, survei Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2023 mencatat, sekitar 65% UMKM di sektor pertanian mengalami kesulitan akses teknologi dan pemasaran digital, yang menyebabkan mereka belum maksimal dalam mengembangkan usaha. Dukungan seperti yang diberikan UNIMED ini sangat krusial untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Kegiatan ini didukung penuh oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIMED dan melibatkan dosen dari berbagai bidang keilmuan, yang bersama-sama memastikan program berjalan lancar dan tepat sasaran. Warga Desa Salak II pun menyambut baik kehadiran program ini dan berharap UNIMED terus melanjutkan pendampingan agar para petani makin maju dan sejahtera.

Dengan adanya teknologi dan pelatihan digital ini, diharapkan usaha kopi Kelompok Wanita Tani Usahanta dapat bersaing lebih baik di pasar, meningkatkan pendapatan petani, dan turut mendorong pembangunan ekonomi di Pakpak Bharat secara berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *