Daerah  

Kelangkaan BBM Lumpuhkan Aktivitas di Besitang, Antrean Mengular Sejak Pagi

Share

Besitang, Bonarinews.com – Suasana di SPBU Besitang, Kelurahan Pekan Besitang, berubah menjadi titik kepadatan kendaraan sejak Senin (1/12) pagi. Ratusan pengendara roda dua dan empat menjejali area pengisian, bahkan meluber hingga ke badan jalan, setelah pasokan BBM tak kunjung masuk sejak Minggu sore.

Sejak pukul 07.00 WIB, pengemudi sudah mulai berjaga di depan pompa. Banyak dari mereka mengaku tidak punya pilihan lain karena indikator bensin di kendaraan sudah di garis merah. Kelangkaan paling terasa pada BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar.

Budi (45), salah seorang pengemudi mobil pribadi, menjadi satu dari sekian banyak warga yang tertahan. “Dari subuh saya standby di sini. Mobil tinggal tetes terakhir. Mau cari ke SPBU lain, kondisinya sama,” keluhnya.

Situasi ini tidak hanya terjadi di SPBU Besitang. Beberapa SPBU di kecamatan sekitar dilaporkan mengalami hal serupa. Pom mini milik warga pun kehabisan stok; sebagian lain menjual dengan harga jauh di atas HET karena permintaan melonjak tajam.

Sementara itu, pihak SPBU dan Pertamina belum memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab kelangkaan. Namun, dugaan mulai muncul dari warga. Mereka mengaitkannya dengan banjir yang melanda Besitang dan daerah sekitarnya sejak akhir pekan, yang dimungkinkan menghambat distribusi BBM.

“Tak ada tanda-tanda suplai masuk. Lampu SPBU juga mati sejak tadi malam,” kata seorang ibu rumah tangga yang ikut mengantre sambil menjaga motornya agar tidak kehilangan posisi.

Hingga berita ini diturunkan, antrean terus memanjang tanpa kepastian waktu pengisian ulang. Warga berharap pemerintah dan Pertamina segera turun tangan agar dampak kelangkaan ini tidak semakin meluas dan menghambat aktivitas masyarakat. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *