Tebingtinggi, ArmadaBerita.Com – Transformasi digital kini merambah gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Utara meluncurkan inovasi aplikasi Sistem Informasi Pelaporan Data (SIPANDA) PKK. Aplikasi ini sebagai upaya memperkuat tertib administrasi sekaligus meningkatkan akurasi pendataan kegiatan di seluruh daerah.
Inovasi tersebut disampaikan Staf Ahli I TP PKK Sumut, Titiek Sugiharti, saat kegiatan supervisi dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 di Kota Tebingtinggi, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, SIPANDA diharapkan menjadi solusi digital yang memudahkan kader PKK dalam mencatat, melaporkan, dan memantau berbagai program secara terintegrasi. “Kami berharap tim penggerak PKK kabupaten/kota dapat terus mendukung pemanfaatan aplikasi SIPANDA. Dengan demikian, gerakan PKK di Sumut semakin tertib administrasi berbasis digital dan mampu menunjukkan capaian kerja secara nyata,” ujarnya.
Melalui supervisi tersebut, TP PKK Sumut juga meninjau langsung pelaksanaan sejumlah program unggulan di daerah. Fokus pembinaan mencakup Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR), Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), program AKU HATINYA PKK, hingga pelaksanaan IVA Tes. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang evaluasi untuk meningkatkan kualitas implementasi program di tingkat desa dan kelurahan.
Titiek menegaskan bahwa kelompok dasawisma tetap menjadi ujung tombak gerakan PKK di tengah masyarakat. Peran mereka tidak hanya sebatas pendataan keluarga, tetapi juga pembinaan serta pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Keberhasilan kegiatan PKK sangat ditentukan oleh kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, perangkat desa dan kelurahan, organisasi kemasyarakatan, hingga seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Tebingtinggi, Muhammad Syah Irwan, menilai PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembinaan masyarakat. Ia menekankan bahwa tantangan pembangunan keluarga pada 2026 semakin kompleks dan menjadi fase krusial menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, peran dasawisma dan PKK sangat penting dalam menggerakkan posyandu, edukasi gizi, penguatan ekonomi keluarga, hingga pengembangan UMKM kreatif. Program UP2K-PKK juga diarahkan pada digitalisasi produk lokal agar keluarga mampu bertahan menghadapi dinamika ekonomi global.
Ia berharap kegiatan supervisi dapat memperkuat koordinasi antara TP PKK kota dan organisasi perangkat daerah, sekaligus memastikan pembinaan terhadap kelurahan pemenang HKG berjalan optimal.
“Dengan konsultasi dan koordinasi yang terus ditingkatkan, masyarakat di kelurahan dapat lebih berdaya dan menjadi contoh bagi wilayah lainnya,” pungkasnya.
Hadirnya SIPANDA menandai langkah baru gerakan PKK Sumatera Utara dalam memasuki era digital yang menggabungkan tertib administrasi, pendataan presisi, dan penguatan peran keluarga sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.











