NEWS  

Poldasu Ringkus Komplotan Rampok Nasabah Bank

KOMPLOTAN Rampok: Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin memaparkan pengungkapan komplotan perampok dengan korban nasabah bank, Jumat (28/8).
Share

Armadaberita.com – Polisi menembak mati Tejar alias Tarjo, anggota komplotan perampok nasabah bank. Selain itu, polisi juga menangkap empat tersangka lainnya yakni Aw alias Udin, DC alias Dodi, H alias Yansa dan S alias Warto.

Dari kelima pelaku ini empat diantaranya merupakan warga Sumatera Selatan. Hanya Warto yang merupakan warga Bengkulu. Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti berupa sepeda motor, jaket, paku, dan satu unit senjata api rakitan.

Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin mengatakan, komplotan ini pernah beraksi di sejumlah lokasi di Sumatera Utara yakni Labuhan Batu, Simalungun, Siantar dan Karo. “Mereka mengincar nasabah bank,” katanya,” kata Martuani didampingi Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Irwan Anwar, di depan ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Jumat (28/8).

Pengungkapan ini bermula dari laporan seorang nasabah bank di Siantar. Ia mengalami kerugian Rp 75 juta. Atas laporan korban, polisi pun menyelidiki kasus ini hingga berhasil menangkap para pelaku. “Saat itu, nasabah bank yang merupakan karyawan Waskita, baru pulang mengambil uang dari salah satu bank,” terang Jenderal bintang dua itu.

Dari hasil penyelidikan, akhirnya personel Ditreskrimum mengetahui keberadaan para pelaku di Hotel Mutiara Kandis, Riau. Personel Ditreskrimum memburu para pelaku ke Riau. Namun, pada saat penangkapan di hotel tersebut, pelaku Tarjo melawan polisi sehingga ditindak tegas dan tewas. “Mereka semua ditangkap di sana,” imbuh Martuani.

Para pelaku mengakui, komplotan mereka yang melakukan aksi perampokan di Labuhan Batu, Karo, Siantar dan Simalungun. Bahkan, mereka juga kerap merampok di Sumatera Barat, Palembang, Bengkulu, Riau dan Pekan Baru. “Mereka ini pelaku perampokan antar provinsi dan akhirnya kejahatan mereka kita hentikan di Sumut,” ucap Martuani.

Martuani juga menyebutkan, sebelum beraksi, para pelaku mengintai terlebih dulu nasabah yang baru saja keluar dari bank. Kemudian, para tersangka membuntutinya hingga ke lokasi yang strategis. “Ada yang berperan jadi nasabah, kemudian ada yang menghentikan mobil korban dan memecahkan kaca mobil,” jelasnya.

Saat ini, sambung dia, pihaknya masih memburu tersangka Jimmy (buronan), yang berperan memasang paku pada mobil calon korban dan Mang No yang ikut mencari nasabah Bank di Rantau Prapat. Sementara, mengenai pembagian hasil rampokan tidak rata. Para tersangka mendapatkan nominal yang berbeda-beda dan hasilnya ditransfer kepada keluarga masing-masing. “Nanti akan kita dalami lagi uang hasil kejahatan itu,” terangnya.

Dalam kesempatan ini, Martuani menganjurkan, agar setiap pengambilan uang di bank kiranya dapat dikoordinasikan dengan aparat untuk memastikan keamanan. Selain itu, ia juga mengaku pihaknya akan mengundang pemangku kepentingan di perbankan untuk berkoordinasi. “Terutama bila ada orang di Bank yang terlihat mencurigakan supaya diberitahukan, agar kita dapat bertindak sejak awal,” pungkasnya. (Nst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *