Finalis IGA 2026, Bobby Nasution Bidik Kemandirian Aset Dispora dan Efisiensi Obat RS Haji Medan

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution, di dampingi sejumlah OPD memberikan presentasi Kepala Daerah dalam rangka pemberian penghargaan Innovative Goverment Award (IGA) Tahun 2026, di ruang kerja Camat Secanggang via Zoom Meeting. (Ist)
Share

Langkat, ArmadaBerita.Com – Kemandirian pengelolaan aset olahraga senilai Rp3,1 triliun dan efisiensi belanja obat rumah sakit menjadi dua inovasi unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) yang diandalkan Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2026.

Dalam presentasi kepala daerah sebagai finalis IGA 2026, Bobby memaparkan inovasi pengelolaan aset Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Dispora) Sumut melalui skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Langkah ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap anggaran pemerintah dalam membiayai operasional dan pemeliharaan aset olahraga.

Sebagian besar aset Dispora Sumut merupakan warisan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024. Dengan nilai mencapai Rp3,1 triliun, aset tersebut dinilai perlu dikelola secara optimal agar mampu menopang kebutuhan operasionalnya sendiri.

“Setiap tahunnya kami mengeluarkan anggaran sekitar Rp15 miliar untuk maintenance dan operasional aset olahraga kami. Lewat BLUD, target kami 2029 Dispora sudah mandiri untuk pengelolaan aset-aset ini,” kata Bobby Nasution secara daring dari Kabupaten Langkat saat mengikuti Presentasi Kepala Daerah dalam rangka Pemberian Penghargaan IGA 2026, Selasa (3/11/2026).

Selain pengelolaan aset olahraga, Pemprov Sumut juga mengandalkan inovasi efisiensi operasional RS Haji Medan, khususnya dalam penggunaan dan pengadaan obat-obatan.

Bobby menyoroti persoalan penumpukan obat hingga kedaluwarsa yang masih terjadi di sejumlah rumah sakit. Padahal, belanja obat menjadi salah satu komponen biaya terbesar dalam operasional rumah sakit.

Untuk menekan pemborosan, Pemprov Sumut memperketat kebijakan pembelian obat, melakukan pendataan kebutuhan obat masyarakat secara terperinci, serta mengatur pemberian obat secara efisien tanpa mengurangi kualitas pelayanan.

“Kami memperketat kebijakan pembelian obat-obatan, mendata secara detail obat-obatan apa yang paling banyak dibutuhkan masyarakat, membuat kebijakan pemberian obat seefisien mungkin tanpa mengurangi kualitas pelayanan,” kata Bobby Nasution.

Dua inovasi tersebut menjadi andalan Sumut dalam bersaing dengan sembilan daerah lainnya yang masuk finalis IGA 2026.

Salah satu tim penilai, Prof. Diah Natalisa, mengapresiasi keberhasilan Sumut masuk dalam nominasi finalis penghargaan inovasi pemerintahan tersebut.

“Bangga sekali Sumatera Utara bisa masuk nominasi, menjadi finalis IGA 2026,” kata Diah sebelum menyampaikan dua pertanyaan terkait inovasi yang dipaparkan Bobby Nasution.

Presentasi tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Raden Gani Muhammad, para bupati/wali kota dan gubernur yang masuk nominasi IGA 2026, serta tim penilai dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ombudsman, Kementerian Dalam Negeri, dan kalangan akademisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *