Semenjak awal sampai pertengahan tahun 2020 kita digemparkan dengan adanya covid-19. Sampai saat ini pun belum bisa diselesaikan.
Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk menghindari persebaran covid-19 dengan cara memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) seluruh rakyat di setiap kota di Indonesia.
Setiap orangtua ingin anaknya tetap sehat, apalagi di masa kondisi saat ini. Tentu saja para orangtua menjadi sangat khawatir kepada anaknya akan hal tersebut. Yang perlu dilakukan orangtua disini yaitu orangtua mengajarkan anaknya untuk mengikuti protokol kesehatan.
Orangtua yang mengajarkan anak kebersihan dan kerapian akan menjadikan anak orang yang selalu menjaga kebersihan.
Selama pendemi covid-19 ini orangtua sangat penting bagi anak-anak karena orangtua sekarang bukan hanya menjadi orangtua saja dan bekerja tetapi sekarang orangtua menjadi guru bagi anak-anak dikarenakan mereka belajar di rumah yang disarankan oleh pemerintah.
Dalam pembelajaran dari rumah saat sekarang ini menggunakan aplikasi seperti zoom, whattsap, dan lainnya. Orangtua harus terus mendampingi anak saat belajar agar anak tetap semangat.
Selama pendemi berlangsung sangat banyak yang dilakukan bersama antara orang tua dan anak. Menurut Psikologi, Mayke S Tedjasaputra, bahwa anak adalah sosok yang mudah bosan.
Dikarenakan pendemi covid-19 ini membuat anak-anak berada di rumah bosan. Oleh karena itu anak-anak harus diberikan hiburan dengan cara mengajaknya seperti membersihkan rumah, memasak, bermain,beribadah, dll agar rasa ingin tahunya terpenuhi, dan orangtua akan menjadi semakin kreatif lagi.
Dan orangtua juga bisa juga memiliki banyak waktu dengan anak selama pendemi berlangsung. Dalam hal ini peran orangtua juga harus menjalin hubungan yang baik dengan anak.
Menurut Martiningsih, menjalin komunikasi anak dan orang tua adalah sangat penting karena dengan itu dapat mempererat orangtua dan anak.
Orangtua selama pendemi berlangsung, kegiatan bermain menjadi aktivitas anak yang sering dilakukan, khususnya pada anak PAUT, YK dan SD. Anak juga dapat belajar melalui bermain. Dia dapat mengetahui dasar-dasar dunia.
Sebagian anak banyak menggunakan waktunya untuk bermain baik itu sendiri maupun bersama orangtua. Kegiatan bermain bersama akan mendorong anak untuk berbuat baik (positif). Sesuat kebutuhan dan harapan para anak-anak.
Bukan hanya pada anak-anak saja, orangtua juga penting dalam keluarga. Dalam peraturan pemerintah nomor 87 tahun 2013 dinyatakan bahwa fungsi keluarga adalah untuk melindungi dengan menumbuhkan dan memberikan rasa aman dalam keluarga baik secara fisik, ekonomi, dan psikosial, serta kehangatan.
Peran pengawasan merupakan salah satu cara untuk melindungi anggota keluarga. Dan orang tua sebagai pencari nafkah bukan hanya di masa pendemi saja, di era normalpun orang tua juga mencari nafkah. Namun di masa seperti ini orang tua harus bekerja lebih keras lagi, baik itu ayah maupun ibu.
Pemenuhan kebutuhan keluarga merupakan upaya untuk perawatan, pengasuhan dan pendidikan. Selama pembelajaran dari rumah yang dilakukan anak-anak memunculkan bermacam konflik diantaranya seperti jenuh, dan menurunnya semangat anak belajar.
Dalam hal seperti ini orangtua adalah pembimbing dan pemberi motivasi kepada anak-anak agar semangat dalam belajar. Orang tua juga harus tau keadaan situasi pada anak dan harus bersikap sigap terhadap situasi saat itu.
Penulis adalah Mahasiswa jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam, Fakultas Dakwah dan Konumikasi (FDK) UIN Sumatera Utara stambuk 2017 yang kini tengah menjalani masa pengabdian masyarakat dalam kelompok KKN 96.











