Medan, ArmadaBerita.Com – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara akan mendata sekitar dua juta pelaku usaha dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung pada Mei hingga Agustus mendatang. Pendataan tersebut mencakup seluruh skala usaha, mulai dari usaha besar, UMKM, hingga bisnis yang beroperasi melalui platform digital.
Kepala BPS Sumut Asim Saputra mengatakan sensus ini bertujuan memotret secara lebih akurat struktur perekonomian daerah, terutama di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital.
“Jika dulu perkembangan usaha bisa dilihat dari toko-toko fisik, saat ini banyak usaha berkembang melalui platform digital,” kata Asim dalam temu pers terkait Sensus Ekonomi 2026 di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Kamis (12/3/2026).
Menurut Asim, dari target dua juta pelaku usaha yang akan didata, sekitar 1,5 juta unit usaha telah teridentifikasi. Namun masih terdapat sekitar 300.000 hingga 500.000 pelaku usaha yang belum terpetakan secara jelas.
“Usaha-usaha ini banyak yang berada di rumah-rumah atau beroperasi secara daring, seperti kafe dengan sistem pemesanan online. Ini yang menjadi sasaran utama sensus ekonomi 2026,” ujarnya.
Untuk mendukung pelaksanaan sensus tersebut, BPS Sumut akan mengerahkan sekitar 13.000 petugas lapangan yang akan melakukan pendataan secara langsung.
Pendataan direncanakan berlangsung sekitar 2,5 bulan dengan metode door to door. BPS menargetkan seluruh pelaku usaha yang menjadi sasaran dapat terdata selama periode tersebut.
“Dengan sensus ekonomi maka data ekonomi akan semakin jelas dan komprehensif,” kata Asim.
Adapun cakupan lapangan usaha yang akan didata cukup luas, meliputi sektor pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, pengadaan listrik dan gas, pengelolaan air dan limbah, pengolahan sampah, konstruksi, perdagangan besar dan eceran, transportasi dan pergudangan, real estate, hingga sektor kesenian, hiburan, dan rekreasi.
Data Sensus Ekonomi 2016 mencatat jumlah usaha di Sumatera Utara mencapai 1.166.198 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.153.758 merupakan usaha mikro dan kecil, sedangkan usaha menengah dan besar sebanyak 13.160 unit.
Jumlah tenaga kerja yang terserap dari seluruh unit usaha tersebut mencapai 3.219.673 orang. Sebanyak 2.640.639 orang bekerja di usaha mikro dan kecil, sementara 579.034 orang bekerja di usaha menengah dan besar.
Asim berharap pelaksanaan sensus ekonomi ini dapat menghasilkan basis data yang lebih akurat untuk mendukung perumusan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
“Dengan data yang akurat, kebijakan ekonomi dapat disusun lebih tepat dan efektif,” sebutnya.











