Robi Barus Gelar Reses, Warga Medan Barat Keluhkan Dampak Banjir dan Layanan Kesehatan

Share

Medan, Armadaberita.com— Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan, Robi Barus, menggelar Reses IV Masa Sidang I Tahun 2025–2026 di Jalan Laboratorium III, Kecamatan Medan Barat, Sabtu (20/12/2025). Dalam kegiatan serap aspirasi tersebut, warga menyampaikan sejumlah keluhan, terutama terkait dampak banjir dan akses layanan kesehatan pascabencana.

Salah seorang warga, Manurung (54), mengungkapkan rumahnya terendam banjir selama tiga hari berturut-turut pada 26 hingga 28 November 2025. Ia menyebut banjir membawa lumpur tebal yang merusak perabotan rumah tangga dan mengganggu aktivitas keluarga.

“Lumpurnya sangat mengganggu, banyak perabot rumah rusak. Air naik karena Sungai Badera tidak mampu menahan kiriman air dari atas,” ujar Manurung di hadapan Robi Barus.

Keluhan serupa disampaikan Pardede, warga Kelurahan Silalas, Medan Barat. Ia mengatakan ketinggian air saat banjir mencapai sekitar satu meter sehingga rumahnya terendam penuh. Pardede juga menyoroti minimnya armada perahu karet saat evakuasi berlangsung.

“Kami harus membawa orang tua berjalan di air setinggi dada karena perahu karet hanya dua unit dan itu pun hanya sekali langsir di wilayah kami,” katanya.

Pantauan di lokasi, kegiatan reses tersebut turut dihadiri Camat Medan Barat Aswan Harahap, Lurah Kesawan, serta perwakilan dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kota Medan.

Menanggapi berbagai aduan warga, Robi Barus menekankan pentingnya penataan anggaran penanggulangan bencana agar lebih proporsional, baik untuk tanggap darurat maupun rehabilitasi pascabencana.

“Kami akan mendorong Pemko Medan agar alokasi anggaran penanggulangan bencana disusun secara proporsional dan maksimal, sebagai antisipasi jika terjadi bencana di kemudian hari,” ujarnya.

Robi juga menjelaskan bahwa kewenangan pengelolaan sungai berada di bawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) II Kementerian Pekerjaan Umum. Meski demikian, aspirasi warga terkait pendangkalan sungai akan tetap diteruskan.

“Aspirasi ini kami catat dan akan kami dorong melalui Pemko Medan serta pemerintah provinsi agar dilakukan pengerukan sungai-sungai di Kota Medan yang mengalami pendangkalan,” katanya.

Selain itu, Robi meminta Dinas Kesehatan dan UPT Puskesmas untuk lebih proaktif menjangkau warga terdampak banjir, khususnya mereka yang mengalami gangguan kesehatan.

“Warga yang terserang penyakit kulit, diare, terutama anak-anak dan lansia, harus menjadi prioritas layanan kesehatan pascabanjir,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *