NEWS  

BNN Amankan 37 Kg Sabu Asal Malaysia dan 6 Tersangka di Sumut dan Aceh

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Tim gabungan dari BNNP Sumut, BNNK Pidie Jaya, BNNK Pidie, serta KPPBC Lhokseumaweh gagalkan peredaran narkoba jaringan internasional Aceh-Medan hingga negri jiran Malaysia.

Dari pengungkapan itu, petugas gabungan berhasil mengamankan 6 orang tersangka dan sebanyak 37 Kg sabu. Mereka diamankan dari tempat berbeda, Sabtu (27/6/2020) sekitar pukul 16.30 WIB.

Penanangkapan dan pengungkapan dilakukan tim gabungan setelah sebelumnya pada beberapa hari lalu, jaringan komplotan ini berupaya menyelundupkan sabu ke Indonesia seberat 165 kg.

“Namun karena kepergoka patroli kita, mereka membuang sabu itu ke tengah laut. Dan kurun waktu yang singkat ini, mereka kembali menyelundupkan narkoba itu lagi,” kata Kabid Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari dihadpaan sejumlah awak media saat memaparkan para tersangka dan barang buktinya di halaman kantor BNNP Sumut, Senin (29/6/2020) pagi.

Penangkapan berawal setelah informasi Puskoops Interdiksi Terpadu, bahwa akan ada penyelundupan narkotika jenis sabu yang di bawa dari Malaysia masuk ke perairan laut Kuala Bireuen Aceh yang rencananya akan diedarkan di wilayah Aceh dan Sumatera Utara.

Petugas lalu melakukan pengintaian dan penyelidikan. Kamis (25/6/2020), berdasarkan hasil penyelidikan BNN menduga kapal yang menjadi target akan masuk perairan Aceh pada hari Jumat atau Sabtu.

Menindaklajuti hal tersebut, Tim BNN berkoordinasi dengan Kanwil BC Aceh. Kanwil BC Aceh menggerakkan kapal patroli laut Bea dan Cukai BC 15021 dan BC 20011 untuk melakukan upaya pemantauan di laut atas informasi STS (Ship to Ship) Narkotika oleh Kapal Nelayan jenis Oskadon diperairan Malaysia.

Kemudian pada Sabtu (27/6/2020) sekitar pukul 16.30 WIB, tim gabungan berhasil memantau pergerakan 2 orang tersangka dan sejumlah barang bukti narkotika ke arah Medan. Hingga akhirnya petugas pun dapat mengamankan tersangka MF dan MR di Jalan Binjai, Km 14 Medan.

Dari kedua tersangka, petugas mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 29 bungkus sabu yang disimpan dalam dua karung.

“Sabu itu diselundupkan dari Penang, Malayasia masuk dari Aceh-Bireun lalu ke Medan, dan di Medan ada yang menjemput lagi,” ungkap, Irjen Pol Arman Depari.

Dari kedua tersangka itu, diketahui bahwa sabu akan dibawa menuju Medan-Sumatera Utara menggunakan kendaraan roda empat yang akan diserah terimakan kepada seorang penerima yang berada di Medan.

“Penerimanya di Medan juga seorang Bandar atau jaringan yang berasal dari Kota Surabaya,” sebut Arman.

Berdasarkan keterangan tersangka MF dan MR petugas kemudian mengamankan dua tersangka lagi yakni BW dan AM di Area parkir Carrefour Plaza Medan Sumatera Utara.

“BW dan AM adalah penerima narkotika di Medan,” jelasnya.

Kemudian pengembangan dilanjutkan ke wilayah Bireuen Aceh dan diamankan 8 bungkus narkotika jenis sabu yang di sembunyikan oleh RZ di gudang milik MRU yang berada di Jeumpa Kabupaten Bireuen Aceh.

Terhadap para pelaku dan barang bukti yang ditemukan diamankan ke Kantor BNN RI untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Jadi Keseluruhan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 37 Kg dengan 6 tersangka yang kita amankan,” tegas Arman.

Dengan diungkapkanya kasus ini, lantas BNN berkoordinasi dengan aparat penegak hukum di Malaysia dalam pengembangan penyelidikan karena terindikasi sindikat yang menjadi pemasok narkoba tersebut berada di Penang-Malaysia, berinisial CDR.

Didampingi oleh kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Atrial, Ka.Kanwil DJBC Sumut, Oza Olivia, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Robert Da Costa, dan perwakilan Kejaksaan dan Bea cukai Aceh, Arman menegaskan bahwa pecandu narkotika di Sumatera Utara ini cukup meningkat.

“Sumut menduduki peringkat pertama untuk pecandu narkoba di Indonesia. Ini mengalahkan DKI dan Kalimantan. Sehingga kedepannya harus bisa bersama dalam mberantas narkoba. Terkhusus juga bagi apara-aparat penegak hukum yang ada di Provinsi Sumatera Utara untuk benar-benar menjaga pintu masuk peredaran gelap di Sumut ini,” pungkasnya. (Yanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *