BI Tahan Bunga Acuan, Mata Uang Rupiah Menguat

Share

ArmadaBerita.Com

Kinerja mata uang rupiah yang sempat mengalami pelemahan, mampu berbalik arah dan ditutup menguat di level 15.630 per US Dolar.

Menurut Pengamat Ekonomi asal Sumatera Utara (Sumut), Gunawan Benjamin, menguatnya nilai tukar rupiah ini merupakan dampak positif dari kebijakan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan besaran bunga acuan di level 6 persen. “Karenanya kebijakan BI mempertahankan suku bunga acuan ini menjadi kabar positif bagi kinerja Rupiah. Sebab, dibarengi dengan ekspektasi bahwa suku bunga acuan akan dipangkas di semester kedua,” kata Gunawan Benjamin kepada wartawan, Rabu (21/2/2024).

Gunawan mengutarakan, hal ini membenarkan bahwa ekspektasi penurunan bunga acuan Bank Sentral AS juga akan dilakukan di semester kedua nantinya. Setelah sekian lama pasar berharap ada penurunan bunga acuan di bulan maret sebelumnya. “Jadi gambaran dovish terkait bunga acuan global termasuk bunga acuan BI menjadi kabar baik bagi pasar keuangan,” bilangnya.

Di sisi lain, IHSG ditutup melemah tipis 0.05 persen pada level 7.349,021. Dimana asing membukukan transaksi beli bersih senilai 975 Milyar. IHSG yang sempat terpuruk hingga menyentuh level 7.286 mampu berbalik arah, dan mampu mengurangi kerugiannya hingga hanya melemah 3.5 poin pada perdagangan hari ini. Kinerja IHSG masih bergerak seirama dengan kebanyakan bursa di Asia.

Sementara itu, linier dengan kienrja mata uang Rupiah. Harga emas ditransaksikan menguat pada perdagangan sore ini. “Harga emas ditransaksikan di level $2.028 per ons troy nya. Atau masih sama dengan kinerja sebelumnya, dimana harga emas ditransaksikan dikisaran level 1 juta per gramnya,” tandas Gunawan. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *