Pertumbuhan Ekonomi Global 2024 Melambat, Domestik Kencang

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara, IGP Wira Kusuma.
Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Perkembangan ekonomi global diperkirakan melambat dari 2,9 persen menjadi 2,8 persen pada 2024. Begitupun dari tingkat nasional. Akan tetapi, berbanding terbalik dengan permintaan di domestik cukup kencang. Perlambatan ekonomi gelobal maupun nasional dikarenakan pengaruh masih berlangsungnya konflik negara yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi.

Sementara pelambatan ekonomi nasional dikarenakan penurunan ekspor. Begitupula dengan perlambatan ekspor beberapa komoditas di Sumatera Utara, seperti CPO, Karet dan lainnya. Pun begitu, pertumbuhan ekonomi Nasional maupun Domestik itu terus tumbuh. Hal itu didorong dengan banyaknya permintaan/penggunaan pada domestik.

Hal itu diutarakan Kepala BI Sumut, IGP Wira Kusuma didampingi beberapa Diputi Direktur BI Sumut pada kegiatan Bincang Bareng Media (BBM) wartawan Ekonomi dan Bisnis di Cafe Srikandi Jalan Samanhudi No.3 Medan, Jum’at (22/12/2023) pagi.

“Perkembangan ekonomi global melambat bersama ekspornya dan berdampak kepada ekonomi domestik. Tapi untungnya, sumber pertumbuhan dari permintaan domestik, seperti konsumsi, investasi dan lainnya sangat kencang. Nah, itu lah yang membuat pertumbuhan ekonomi tumbuh kuat,” jelas IGP Wira Kusuma.

Di Sumatera Utara, kata Wira, untuk Ekspor -1,09 bahkan turun lagi menjadi -5,11. Begitu dengan Pertanian dari 4,29 turun menjadi 2,68 yang terlihat ada perlambatan. “Tapi, sama dengan nasional, mulai dari konsumsinya 5,12 menjadi 6,42, cukup tinggi. Investasinya dari 3,79 naik 5,28 naik tinggi. Jadi sama dengan permintaan di Sumut permintaan logistiknya itu kencang. Itu yang bisa mengimbangi perlambatan di Ekspor,” kata Wira.

Dari sisi inflasinya Indeks Harga Konsumen (IHK), sebut Wira, pada November 2023 tercatat bulanan 0,38 persen (mtm) dan tahunannya mencapai 2,86 persen (yoy). Artinya, inflasi kita tetap aman dan berada pada sasaran. “Ini berdampak di Sumatera Utara yang mencatatkan inflasi tertinggi yaitu sebesar 3,40 persen (yoy). Hal itu disumbang terutama oleh komoditas Beras, Cabai Merah, dan Rokok Kretek Filter,” sebutnya.

Meskipun inflasinya berada dalam kisaran, Wira mengatakan perlu diperhatikan beberapa komoditas penyumbang inflasi utama di 5 kota di Sumut yakni Kota Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padang Disempurnakan dan Gunung Sitoli. Beberapa komoditas itu seperti Beras, Cabai Merah, dan Cabai Rawit.

“Secara tahun kalender, inflasi VF gabungan 5 kota IHK Sumut November 2023 utamanya disumbang dari Beras, Cabai Merah dan Cabai Rawit. Beras dan Cabai Merah itu penyumbang inflasi terbesar di 5 kota IHK,” terangnya.

Wira menjelaskan bahwa inflasi dari berbagai komoditas itu dikarenakan berbagai faktor. Faktor pertama adalah, penurunan pasokan global, permintaan dari luar Sumatera hingga faktor cuaca. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *