Deli Serdang, ArmadaBerita.Com
Puluhan siswa Taman Kanak-kanak (TK) Yayasan Madinah Safitri sangat senang dan terlihat antusias ketika mendengarkan tim Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) di halaman kantor Damkar Kabupaten Deli Serdang, Selasa (7/3/2023) pagi.
Tak hanya 75 siswa yang antusias, para guru beserta orang tua murid yang berhadir juga penasaran dan berlebihan kuat untuk tau apa yang disampaikan petugas Damkar. Terlebih ketika Hendra, salah satu petugas Damkar beserta timnya melakukan demo pemadaman api dari kebakaran yang disebabkan bocornya selang tabung gas.
“Ingat ya, jika mengetahui kebakaran, jangan panik. Tabung gas LPG tidak akan meledak, hanya saja kebocoran dari selang nya,” kata Hendra.
Biasanya, kata Hendra, di tempat-tempat tertentu juga ada disediakan alat pemadam api (APAR). “Itu jangan dimainin ya anak-anak, itu mengandung racun dan itu untuk api awal bukan api besar,” jelas Hendra yang sudah berpengalaman selama 10 tahun berdinas di Damkar.
Hendra juga mengungkapkan bahwa tim Damkar akan selalu siap jika dibutuhkan. Tak hanya mengatasi masalah kebakaran, Damkar juga siap dipanggil dalam penyelamatam. Semisal, korban hanyut, hingga gangguan hewan, jika masyarakat butuh bantuan “Dan pemadaman serta penanganan yang kami lakukan itu gratis, sebab kita sudah digaji dari pemerintahan. Jadi jangan ragu menghubungi kita di call center 0617951113,” imbaunya ditimpali rekannya Doddy.
Selanjutnya tim Damkar kembali mendemonstrasikan cara penyemprotan air ke arah titik api. Anak-anak TK ikut langsung memegang pipa.
Usai seluruh siswa mengikuti penyemprotan air, petugas para Pemadam yang terlihat telaten serta sabar memberikan edukasi kepada anak-anak Paud serta wali murid itu juga mengajak mereka berkeliling menaiki truck Damkar.
Agenda pihak TK Yayasan Madinah Safitri yang dipimpin langsung pengurus yayasan Liza Safitri bersama Sri Hariati selanjutnya mengunjungi Taman Buah yang masih berlokasi di lingkungan pemerintahan Kabupaten Deli Serdang. Mereka diajak bermain sembari menikmati keindahan taman disana.
Selesai makan siang di lokasi taman buah, rombongan ini pun beranjak ke sebuah caffe sekaligus pondok yang berdekatan langsung dengan areal landasan pesawat di Bandara Kualanamu (KNIA). Para guru disana ingin membuka wawasan bagi anak dengan melihat langsung pesawat yang bisa terlihat begitu dekat untuk lepas landasan terbang.
Di pondok yang disediakan, para siswa Paud ini disajikan dengan lembaran kertas bergambar pesawat yang akan diwarnai. Lomba mewarnai ini boleh didampingi langsung orang tua siswa masing-masing. (ASN)











