Siantar, ArmadaBerita.Com
Nasib naas menimpa Bayu Prayoga, warga Jalan Sibatu-batu Blok ll, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar, yang kakinya harus dioperasi usai ditabrak mobil Dinas Perhubungan (Dishub).
Pihak keluarga Bayu, kini mencari keadilan karena sampai saat ini tidak mendapatkan perhatian dari pelaku penabrak. Penabraknya diduga, TL yang disebut sebagai pejabat di Dishub Kota Prmatangsiantar. Jabatanya sebagai Kasi Angkutan.
“Adik saya ditabrak Mobil Dishub dan sudah dua hari berlalu tapi tidak ada itikad baik dari pak TL. Padahal kaki adik saya sampai di operasi,” katanya, Jumat (24/2/2023) petang sekira pukul 18.56 WIB.
Bunga menceritakan, saat itu adiknya Bayu mengalami kecelakaan di depan Kantor Dishub, Jalan Sisimangaraja, Rabu (22/2/2023) malam sekira pukul 19.30 WIB, saat mengendarai sepeda motor Vario.
Pasca kejadian, TL sebagai penabrak tidak keluar dari dalam mobil. Termasuk tidak memberikan pertolongan kepada Bayu (korban) yang saat itu sudah kritis karena ditabrak mobil dinas.
Bahkan kata Bunga, usai menabrak, TL diketahui minum tuak didekat parkiran. Tepatnya di belakang kantor Dishub Jalan Sisimangaraja bersama rekan-rekan kerjanya sesama Dishub.
“Tidak ada ditolong, malah adik saya ditolong sama orang lain, mereka tetangga kami. Itupun pas siap tabrakan, kami lihat bapak itu minum tuak sama kawan-kawannya,” bebernya menambahkan.
Pasca kejadian sambung Bunga, sudah ditangani oleh Unit Laka Satlantas Polres Siantar. Untuk biaya operasi, Bayu mendapatkan biaya dari Jasa Raharja.
“Iya bang, dari Jasa Raharja. Tapi, sampai sekarang, belum ada pertanggungjawaban dari pak TL. Padahal sudah mau operasi kedua adikku ini. Pantaskah seorang Kabid seperti itu?” ungkapnya.
Ditempat terpisah, Kanit Laka Lantas Polres Siantar, IPDA Syawal Nasution membenarkan perihal kecelakaan yang dialami Bayu Prayoga. Untuk ketidak pedulian TL, Syawal akan koordinasi.
“Benar, kecelakaan itu sudah kita tangani. Kalau untuk masalah tidak ada pertanggungjawaban dari TL, itu nanti kita suruh anggota mengurusnya. Kami bantu,” jawab Syawal singkat. (Hay)











