ArmadaBerita.Com
Harga minyak dunia belakangan ini memang mengalami peningkatan. Yang pastinya juga turut memicu kenaikan harga avtur, yakni bahan bakar pesawat. Hal itu memicu kenaikan harga tiket pewat dan pemerintah mengizinkannya.
Menanggapi hal itu, Ekonomi Asal Sumatera Utara (Sumut) Gunawan Benjamin MM menyebut, pada dasarnya kenaikan harga avtur sangat rasional jika harga tiket disesuaikan (naik). “Hanya saja kalau kenaikannya harus sama dengan presentase kenaikan harga avtur, yang sejauh ini naik 64.4%-an, maka beban yang diterima konsumen akan mengalami peningkatan,” kata Gunawan kepada wartawan, Rabu (10/8/2022).
Menurutnya, kenaikan harga tiket yang yang mengikuti kenaikan harga avtur jelas akan membebani perekonomian Sumut khususnya dari sisi pengendalian inflasi. “Karena memang pada dasarnya untuk perjalanan lewat udara, konsumen tidak memiliki banyak pilihan. Jadi kalaupun harga ditetapkan naik yang parael dengan kenaikan harga avtur, lantas masyarakat bisa apa?” bilangnya.
Untuk harga tiket sendiri, Gunawan yang juga merupakan dosen Ekonomi dan Bisnis ini merekomendasikan agar masyarakat memahami bagaimana perhitungan batas atas harga tiket seperti yang diutarakan oleh KPPU.
Ketua Tim Pemantau Harga Pangan ini pun menyebut, beberapa rute penerbangan dari Medan ke beberapa kota tujuan memang ada yang hanya diisi oleh satu maskapai penerbangan saja. Sehingga, tutur Gunawan, masyarakat juga bisa ikut terlibat dalam memantau harga tiket dan tahu kemana harus melaporkannya.
Rencana kenaikan harga tiket, sebut Gubawan, jelas akan membuat pengguna jasa penerbangan menurun. Dan tentunya bisa berimbas pada penurunan aktifitas bisnis lainnya, seperti industry pariwisata hingga kenaikan tariff jasa pengiriman barang.
“Beban inflasi akibat dari kenaikan harga tiket ini besar ke perekonomian. Dan saya juga berharap sekalipun terjadi kenaikan angkanya juga tidak terlalu besar. Saat ini industry parawisata tengah mencoba untuk bangkit. Dan kenaikan harga tiket bisa menekan kembali industry pariwisata. Ini bisa membuyarkan ekspektasi deflasi di bulan agustus,” ungkap Gunawan.
Berdasarkan hasil pantauan mengenai hal ini, tutur Gunawan lagi, harga tiket rute Kuala Namu – Bandara Aceh pada hari Selasa dan Jumat, relative lebih murah dibandingkan dengan hari biasanya. “Dan dari hasil pantauan kita di hari hari tersebut memang ada jadwal penerbangan tambahan dari maskapai lain,” bebernya.
Jika untuk menurunkan harga tiket dengan menambah maskapai, imbuhnya, belum tentu akan dilakukan penambahan armada oleh maskapai tertentu. Sebab, kondisi sekarang ini beban biaya penerbangan itu meningkat tajam.
“Yang dipicu oleh peningkatan biaya operasional karena kenaikan komponen biaya termasuk avtur, dan dibarengi dengan penurunan daya beli masyarakat yang menekan jumlah penumpang,” pungkasnya. (ASN)










