NEWS  

Asah Kreativitas dan Kemampuan Anak Melalui Workshop 3R

Share

Permasalahan yang kerap sekali terjadi yaitu pencemaran lingkungan baik pencemaran terhadap tanah, air, udara bahkan laut juga terkena dampaknya. Mulai dari orang dewasa sampai dengan anak-anak, mereka terbiasa menggunakan barang-barang yang dapat mencemari lingkungan, seperti botol plastik, wadah yang terbuat dari plastik dan lain-lain.

Kesadaran anak-anak mulai menurun seiring berjalannya waktu. Kurangnya kesadaran anak-anak terhadap lingkungan mendorong kami untuk melaksanakan kegiatan service learning mengenai 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di Panti Asuhan Rumah Pemulihan Kasih Anugerah, Jl. Palem Lestari Blok D1 No 20A, Jakarta Barat.

Kegiatan seminar dan workshop ini merupakan kegiatan yang berfokus untuk membantu anak-anak mengenal 3R dan mengasah kreativitas serta kemampuan anak-anak. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Krida Wacana yang diadakan selama 4 kali pertemuan dan berlangsung pada tanggal 19 Juni 2022 sampai 3 Juli 2022.

Kegiatan service learning ini disambut baik oleh ibu pengurus dan anak-anak di Panti Asuhan Rumah Pemulihan Kasih Anugerah. Setiap pertemuan service learning ini dihadiri oleh 28 anak dengan rentang umurnya mulai dari 5-12 tahun.

“Dengan adanya kegiatan ini kami berharap dapat membantu adik-adik agar dapat meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan sekitar dan membantu mengasah kreativitas serta kemampuan adik-adik,” ucap mahasiswi Ukrida, Senin (13/6/22).

Pertemuan pertama yang dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2022, pada pertemuan ini kegiatan yang dilakukan adalah seminar mengenai 3R. Anak-anak disana terlihat sangat antusias saat pertemuan pertama ini berlangsung. Seminar ini bertujuan untuk membantu anak-anak mengenal dan memahami pentingnya 3R. Kemudian dilanjutkan dengan permainan (dibagi menjadi 7 kelompok) menggunakan gelas plastik.

Dalam permainan ini ada 2 pos permainan. Pos pertama mereka harus meniup bola pingpong yang  dimasukan dalam gelas plastik yang berisikan air, mereka harus meniup dari cup ke-1 sampai cup ke-4. Pos kedua anak-anak diminta untuk menyusun gelas plastik menjadi piramida, tetapi kurang seru jika hanya dilakukan dengan tangan kosong.

Jadi agar permainan dalam pos kedua ini menjadi lebih seru, maka mereka harus memindahkan gelas plastik tersebut kemudian disusun menjadi piramida dengan bantuan tali rafia sebanyak 4 tali yang sudah diikatkan pada karet gelang.

Masing-masing anggota harus memegang 1 tali rafia tersebut. Tujuan permainan ini untuk membantu anak-anak menjalin komunikasi yang baik dan meningkatkan kerja sama dalam tim. Permainan ini juga bermaksud agar anak-anak dapat memanfaatkan gelas plastik bekas untuk bermain.

Pertemuan kedua dan ketiga dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2022, pertemuan kedua dan ketiga digabung menjadi satu hari. Pada pertemuan kedua ini, kegiatan yang dilakukan adalah membuat keranjang dari gelas plastik dan tali rafia. Anak-anak sangat senang sekali saat melakukan workshop ini. Dalam membuat keranjang ini mereka juga diajarkan cara untuk menganyam yang dilakukan untuk memperindah keranjang yang akan dibuat.

Kegiatan ini dilakukan agar mereka dapat mengasah kreativitas serta kemampuan dan mengurangi sampah gelas plastik. Pembuatan keranjang ini dapat digunakan sebagai tempat untuk menaruh barang-barang kecil agar menjadi lebih rapi dan tertata.

Pada pertemuan ketiga, kegiatan yang dilakukan adalah membuat tempat alat tulis dari botol plastik bekas. Dalam proses pembuatan ini, mereka juga diajarkan teknik menggambar dan mewarnai, hasil gambaran mereka akan digunakan sebagai hiasan untuk tempat alat tulisnya. Kegiatan ketiga ini bertujuan agar mereka dapat mempergunakan gelas plastik bekas menjadi barang yang bernilai dan memiliki fungsi untuk menaruh alat tulis. Mereka juga dapat menuangkan ide dalam proses menggambar dan mewarnai, yang dapat membantu mengasah kreativitas mereka.

Pertemuan keempat ini dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 2022, pada pertemuan terakhir ini mereka dibagi menjadi 7 kelompok, kegiatan yang dilakukan adalah membuat tempat buku dari kardus bekas. Dalam proses pembuatan ini mereka juga diajarkan caranya untuk mengukur dan mengenal bangun datar.

Tujuan kegiatan kelima ini agar mereka dapat bekerja sama dalam tim dan meningatkan kemampuan mereka dalam mengukur pola serta melatih fokus. Dengan adanya tempat buku dari kardus ini, anak-anak dapat menyusun buku mereka agar terihat lebih rapi dan tertata.

Melalui pertemuan singkat ini semoga dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan tidak hanya untuk anak-anak tetapi bagi kami selaku mahasiswa/i yang terlibat dalam kegiatan ini, kami merasa berterima kasih dan bersyukur bisa menjadikan ini sebagai pengalaman yang berharga.

Kami berharap apa yang sudah diajarkan dan diberikan dapat berguna untuk selanjutnya. Melalui kegiatan service learning ini semoga bermanfaat bagi anak-anak Panti Asuhan Rumah Pemulihan Kasih Anugerah dalam mengasah kreativitas dan meningkatkan kemampuan anak-anak dan dapat menumbuhkan kesadaran anak-anak terhadap lingkungan sekitar. “Mari bersama kita merawat lingkungan sekitar melalui 3R, jika bukan kita, siapa lagi? Jika tidak sekarang, kapan lagi?”

Naskah ini ditulis oleh Tim Mahasiswa Ukrida yang terdiri Angelica, Richard Ignatius

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *