Medan, ArmadaBerita.com
Klub Liga 3 Gumarang FC berduka, salah satu pemain terbaiknya Roy Chandra Perangin-angin (foto) meninggal dunia karena penyakit kanker stadium akhir.
Roy meninggal Minggu (22/12) siang di RS Evarina, Desa Raya Kabanjahe dalam usia 29 tahun.
Kabar duka ini diterima Gumarang FC Medan, Minggu (22/12) petang, melalui sambungan telepon selular Hermansyah, salah satu pelatih sepak bola di Karo. Hermansyah juga menjadi sosok penting yang membawa Roy ke Gumarang FC di tahun 2011.
“Saya termenung dan terkejut mendengar kabar ini. Ya, kami sangat kehilangan Roy Perangin-angin, sosok yang selalu mampu menunjukan kesan nyaman kepada keluarga besar Gumarang FC,” kata Owner Gumarang FC, Hengki Ahmad SH.
“Anaknya (Roy Perangin-angin) baik, disiplin dalam segala hal, baik waktu, istrahat dan lainnya. Pagi cepat bangun, beres-beres mes. Di mes Gumarang FC, dia yang paling rajin, tidak ada masalah. Kesannya positif sama keluarga besar Gumarang FC. Dia juga sosok terpelajar dengan menyelesaikan pendidikan Strata 1 di Unimed,” ucap Hengki lagi.
Hengki Ahmad bercerita bahwa sudah delapan tahun sosok Roy Chandra Perangin-angin bergabung dengan Gumarang FC. Itu dimulai sejak tahun 2011 bersama Gumarang FC Junior yang dilatih Almarhum Hamdardi.
Dengan masa delapan tahun itu, Roy telah merasakan lima sentuhan pelatih di Gumarang FC. Pertama Alm Hamdardi, lalu Zul Imri Purba, Viktor Simamora, Yunus Saragih dan terakhir Amrustian.
“Roy itu mainnya tak pernah setengah hati, selalu fight,” kenang Hengki.
“Dia juga sempat beberapa kali coba peruntungan untuk seleksi di beberapa klub besar di Indonesia seperti PSPS Riau, Persiba Balikpapan, dan PSIM Yogjakarta,” bebernya.
Rasa duka mendalam juga dirasakan Andre Sitepu yang sudah menjadi teman bermain sepakbola Roy Chandra Perangin-angin sejak tahun 2011.
“Aku sangat kehilangan sekali. Bahkan di media sosial, kami melihat banyak sekali rekan-rekan dari daerah lain yang menyatakan berdua, merasa kehilangan. Dari desa-desa di Kabanjahe hingga Kabupaten Dairi,” kata Andre Sitepu.
“Roy juga menjadi satu sosok penting lahirnya komunias Generasi Inspiratif Karo (GIK). Namun kami sudah berjalan, Roy meninggal,” ujar Andre Sitepu.
Roy Chandra Perangin-angin direncanakan dikebumikan pada Selasa (24/12) di Desa Sukamaju, Kecamatan Tiga Panah. (Am)











