Bogor, Armadaberita.com – Suasana diskusi hangat memenuhi ruang Hotel Grand Sunshine, Soreang, Jawa Barat pada 13 Desember 2023, dalam rangkaian acara Focused Group Discussion (FGD) dan Talkshow yang mengusung tema “Keberlanjutan Ekosistem Industri Kina Kita Kini Ke Depan.” Acara ini menarik perhatian berbagai pihak dengan peserta yang hadir baik secara online maupun offline, melibatkan beragam stakeholders terkait.
Dalam durasi lima jam, narasumber dan peserta merinci langkah-langkah konkret untuk memastikan keberlanjutan tanaman kina di Indonesia.
Akmal Agustira, Kepala Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK), mengungkapkan komitmen dalam pengembangan penyelamatan gen (klon) sebagai langkah kunci untuk menjaga kelestarian tanaman kina.
Dia menekankan pentingnya kerjasama lintas sektor dalam penelitian, promosi, dan pemasaran produk untuk memberikan kontribusi signifikan pada kesehatan dan perekonomian nasional.
Tanaman kina, yang kaya akan kandungan obat-obatan, memiliki sejarah panjang sebagai penangkal malaria. Namun, dengan evolusi zaman, kandungan kina kini dapat diaplikasikan dalam berbagai produk, termasuk kosmetik dan minuman.
Sayangnya, melalui data BPS (2021), terlihat belum adanya perusahaan perkebunan besar yang fokus pada pengembangan tanaman kina di Indonesia. Oleh karena itu, PPTK diharapkan menjadi pelopor dalam mengakselerasi produksi kina dari sektor hulu hingga hilir.

Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Iman Yani Harahap, menyatakan harapannya agar industri kina dapat menjawab tantangan kesehatan di Indonesia dan tingkat global. Dia menyoroti perlunya terobosan untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian kina di Indonesia.
“Saat ini, 90 persen kebutuhan kina Indonesia masih diimpor, padahal potensi produksi dalam negeri mencapai 120 ribu ton per tahun tanpa perlu intensifikasi,” paparnya. Sementara kebutuhan kina global mencapai 200-700 ribu ton per tahun.
Tidak hanya diskusi, acara ini juga menjadi panggung peluncuran buku berjudul “Kina Kita Kini Ke Depan.” Buku ini diharapkan menjadi sarana efektif untuk menyuarakan perlunya pelestarian tanaman kina, mengajak semua pihak untuk bersama-sama memastikan masa depan tanaman berharga ini.
Pemerintah Kabupaten Bandung, akademisi, peneliti, masyarakat, serta dukungan dari pelaku industri seperti Biofarma, Kimia Farma, PTPN 1, Bank Mandiri, Selensia, dan Jastan turut memeriahkan acara ini yang didukung oleh Holding Perkebunan Nusantara. (Pretty Luci Lumbanraja)











