NEWS  

Warga Perjuangan Geger, Mayat Nenek-nenek Mengapung di Parit

Share

Medan, AemadaBerita.Com

Warga dan pengguna jalan yang melintas di Jalan Perjuangan, Kecamatan Medan Timur, mendadak heboh dengan temuan sesosok mayat nenek-nenek mengapung di dalam parit, Senin (13/4/2020), sekira pukul 12.00 WIB.

Wanita berciri-ciri rambut pendek memakai baju kaos oblong berwarna biru, celana panjang merah cococola ditemukan dalam kondisi telungkup di dalam parit depan samping gereja Gereja Kristus Apostolik (GKA) Imamat Rajani.

Menurut keterangan Kepala Lingkungan (Kepling) 10, Kelurahan Sidorame Timur, Kecamatan Medan Perjuangan, Davidson mengatakan bawah ia dihubungi salah seorang warganya sekitar pukul 12.00 WIB, tentang temuan itu.

“Dari informasi itu saya langsung menuju ke lokasi yang disebutkan dan benar di dalam parit tersebut ditemukan sesosok mayat wanita dalam kondisi telungkup,” ujar Kepling 10, Davidson.

Tidak lama berselang, petugas Kepolisian Polsek Medan Timur tiba di lokasi dan mengangkat mayat tersebut dari dalam parit.

Korban diketahui bernama, Tiodor Silitonga (64), penduduk Jalan Langgar Jati, Kelurahan Sidorame Timur, Kecamatan Medan Perjuangan, yang saat itu berencana pergi ke kantor lurah untuk pergi mengambil beras.

“Berdasarkan keterangan Gomes, yang merupakan anak korban, bahwa korban mau pergi ke kantor lurah untuk mengambil beras,” kata Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu ALP Tambunan.

Dikatakannya lagi bahwa dari hasil keterangan anak korban bahwa korban memiliki sakit Ayan.

“Korban sudah dibawa pihak keluarga untuk disemayamkan, tindak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya,” jelasnya.

Menurut salah satu keluarga korban mengakui bahwa korban sudah lama mengalami sakit. “Korban sudah lama sakit,” sebut A. Tampubolon.

Amatan di lokasi, saat jenazah korban diangkat ke atas parit terdapat luka di bagian kening sebelah kiri korban. Diduga bekas luka tersebut akibat benturan benda keras yang terdapat di dalam parit.

Guna mencegah kerumunan massa yang ingin melihat korban, petugas pun langsung memagari lokasi kejadian dengan menggunakan tali agar masyarakat tidak lagi mendekat. (Nst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *