NEWS  

Polrestabes Medan Kawal Aksi Demo Massa AMMBU di Masjid Raya Al Mashun

Share

Medan, Armadaberita.com- Polrestabes Medan mengamankan aksi demo damai yang dilakukan oleh ratusan massa dari Aliansi Mufakkir Mabdaty Bersama Umat (AMMBU) Sumatera Utara di Masjid Raya Al Mashun Medan, Sabtu (23/9/2023). Aksi tersebut bertujuan untuk menunjukkan solidaritas kepada Masyarakat Melayu Rempang yang sedang menghadapi berbagai masalah.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda SH SIK, mengungkapkan sekitar 500 orang turut serta dalam aksi damai di Masjid Al Mashun Medan. Pengamanan aksi ini dipimpin oleh Kompol Kamdani, Plh Kapolsek Medan Kota didampingi oleh AKP Adlarsen Lambas Parto, SH, Waka Pam Objek, Ipda Udur Roselina Siagian, Kaurmintu Sat Lantas/Padal Negosiator, Ipda Rikson Manurung, Kasubnit 1 Dalmas Sat Samapta/Padal 1 Dalmas Awal.

Kombes Valentino menambahkan, personel yang terlibat dalam pengamanan mencakup berbagai unit seperti Ton Negosiator, Ton Dalmas Awal, Tim Media, Tim Kesehata, anggota Sat Lantas, Sat Intelkam, Sat Reskrim, Si Humas Polrestabes, dan Si Propam.

Selama aksi, koordinator aksi, Rosyadi Izzudin Nus, mengutuk perampasan tanah warga di Pulau Rempang dan berbagai tindakan kasar yang dilakukan oleh aparat terhadap warga Rempang. Mereka juga menolak kebijakan pembangunan proyek Rempang Eco City dan investasi dari perusahaan China Xinyi Glass Holdings Limited.

Kepala Suku Adat Melayu Deli menyampaikan aspirasi dengan tertib, berharap pemerintah melindungi rakyatnya dari penjajahan yang berkedok investasi. Orator-orator dalam aksi ini menekankan pentingnya mengembalikan hak rakyat Rempang, membatalkan proyek Rempang Eco City, dan mengembalikan tanah Rempang kepada masyarakat.

Ustaz M Tami Abdillah juga berbicara kepada pemerintah, mendesak agar hak Rempang dikembalikan, dan kepada oligarki untuk mengembalikan tanah Rempang kepada masyarakat. Sementara itu, Ulama Aceh, Sepakat Buya Mustar, menyoroti pentingnya cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mengembalikan hak rakyat.

Aksi damai ini berakhir sekitar pukul 11.50 WIB dengan pembubaran massa dan diikuti oleh apel konsolidasi. Kapolrestabes Medan, Kombes Valentino, menyatakan bahwa situasi berakhir dengan aman dan kondusif. Dalam pesannya, ia juga menegaskan bahwa siapapun, termasuk aparat kepolisian, akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat jika terlibat dalam tindakan yang tidak adil. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *