Medan, ArmadaBerita.Com
Kepolisian daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) dan Polrestabes Medan memastikan tidak ada kaitan masalah Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres dan Cawapres) pada saat penyerangan sekelompok pemuda di Gang Wongso Medan.
“Tidak ada kaitannya dengan Capres/Cawapres yang terpasang di pagar rumah korban penyerangan,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi melalui Kabid Humas Kombes Pol Hadi Wahyudi kepada wartawan, Jumat (2/2/2024).
Namun dari aksi penyerangan yang diisukan berbau politik itu, membuat polisi harus gerak cepat meresponnya. Hasilnya, 5 orang pemuda yang diduga terlibat di dalamnya diamankan beberapa saat dari kejadian itu.
“Aksi penyerangan yang dilancarkan kelompok pelaku itu, murni persoalan mahasiswa antar fakultas dan tak ada kaitannya dengan atribut atau sepanduk pasangan Capres/Cawapres,” tegas Hadi kembali.
Kombes Pol Hadi menjelaskan, masalah tersebut merupakan murni tindak pidana, jadi jangan diserempetkan dengan masalah lain apalagi yang berbau politik.
“Perlu diluruskan, masalah mereka itu bukan masalah berbau politik, tapi piur persoalan mahasiswa antar fakultas,” terangnya.
Hadi juga menambahkan, petugas kepolisian dari Polrestabes Medan, selain telah mengamankan dan menangkap 5 orang terduga pelakunya, sampai saat ini masih terus mendalami kasusnya.
“Polisi hingga kini masih memburu para pelaku lainnya yang telah teridentifikasikan,” pungkas perwira polisi dengan tiga melati dipundak tersebut.
Seperti pemberitaan sebelumnya, sekelompok pemuda bersenjata besi, balok dan batu secara tiba tiba melakukan penyerangan terhadap sebuah rumah di Gang Wongso Medan yang dipagarnya terpasang spanduk pasangan Capres/ Cawapres. Penyerangan itu terjadi Kamis (1/2/2024) dinihari sekitar pukul 01. 24 WIB disaat masyarakat setempat tengah beristiharat tidur.
Pantauan awak media, situasi lingkungan penduduk di Gang Wongso kini kembali normal, setelah turunnya aparat kepolisian di lokasi kejadian.
Masyarakat juga menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya kepada pihak kepolisian yang gerak cepat turun dan mengamankan para pelakunya. (Red)











