NEWS  

Pohon Mahoni Berukuran Besar Roboh di Perumas Simalingkar, Timpa Mobil dan Macetkan Jalan

Share

Tuntungan, ArmadaBerita.Com

Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda kawasan Kecamatan Medan Tuntungan menyebabkan sebuah pohon mahoni berukuran besar roboh ke badan jalan di Jalan Jahe Raya, Prumnas Simalingkar, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Minggu (2/5/2020) sekira pukul 14.30 WIB.

Tumbangnya pohon diperkirakan berusia puluhan tahun itu, bahkan sempat menimpa sebuah mobil sedan warna siver BK 1194 JN.

Meskipun tak menimbulkan korban jiwa, namun pemilik mobil mengalami kerugian akibat badan mobil ringsek tertimpa pohon. Selain itu, jatuhnya pohon tepat melintang di badan jalan menyebabkan kemacetan laulinta.

Dari pantauan tim armadaberita.com di lokasi, terlihat warga dan pengguna jalan di lokasi terlihat sibuk membantu melakukan evakuasi terhadap pengendara mobil sedan. Sementara beberapa warga lain, menghindari ranting yang menjulang ke jalan.

Tak lama, petugas Basarnas bergerak menanggulangi pohon tersebut dengan memotong ranting dan batang pohon sehingga dapat disingkirkan dari badan jalan.

Setelah pohon dapat dibersihkan dari badan jalan, arus lalu lintas mulai berangsur normal.

Beberapa warga menduga, robohnya pohon mahoni berukuran besar tersebut diduga karena tanah di lokasi tergerus hingga tak kuat menolong pohon.

“Udah gak sanggup lagi akar pohon ini menahan beratnya batang dan dahan pohon yang rindang serta besar. Sebab, tanah disekitar pohon itu mulai tergerus dan dekat dengan aspal. Lihatlah pohon iyu, akarnya pun ikut tercabut,” ujar salah seorang warga disana.

Dikatakan warga lagi bahwa tergerusnya tanah disitu diakibatkan adanya musim penghujan yang belakangan melanda kota Medan termaksud di wilayah Prumnas Simalingkar, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan.

“Dengan posisi dna kondisi pohon mahoni yang dipinggir jalan tersebut, hujan lebat yang akhir-akhir ini datang membuat tanah disekitaran pohon pun menjadi lembab dan berkurang. Lalu disertai angin kencang, sehingga pohon itu menjadi tumbang,” sebut warga. (Bes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *