Deliserdang, Armadaberita.com – Suasana hangat merayakan Hari Kartini di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dibanjiri kebahagiaan saat Penjabat (Pj) Gubernur Sumut, Hassanudin, menandatangani Nota Kesepakatan tentang perlindungan korban dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Penandatanganan tersebut diharapkan dapat menekan kasus kekerasan pada anak dan perempuan di Sumut.
Acara bersejarah ini berlangsung dalam peringatan Hari Kartini Provinsi Sumut di Hotel The Hill, Sibolangit, Deliserdang, Selasa (30/4). “Saat ini banyak kekerasan seksual pada anak dan perempuan yang kita lihat, oleh sebab itu kerja sama ini sangat penting dan diharapkan dapat menekan kasus-kasus tersebut,” ujar Pj Gubernur Hassanudin dengan tekad bulat.
Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam upaya Pemprov Sumut untuk menekan angka kekerasan pada perempuan dan anak. Dalam momentum Hari Kartini tahun 2024, Pj Gubernur menegaskan komitmen Pemprov Sumut dalam menekan kasus kekerasan pada perempuan dan anak.
“Ini momentum kita untuk menegaskan kembali, Pemprov Sumut senantiasa berkomitmen pada perlindungan perempuan dan anak,” kata Hassanudin dengan penuh semangat.
Dalam sambutannya, Hassanudin juga mengungkapkan beberapa program Pemprov Sumut yang bertujuan untuk memberdayakan dan melindungi perempuan. Mulai dari kerja sama dengan universitas, memberikan pelatihan pada ibu rumah tangga, hingga perlindungan penumpang melalui kerja sama dengan PT Gojek.
Sementara itu, Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo, menyatakan perlunya dukungan dan sinergi dengan pemerintah daerah dalam memberikan bantuan pada saksi dan korban tindak pidana. Ia pun mengapresiasi Pemprov Sumut yang telah menandatangani Nota Kesepakatan kerjasama tersebut.
“Agar saksi dan korban dapat mendapatkan perlindungan dari negara, dukungan pemda sangat dibutuhkan. Saya mengapresiasi Pemprov Sumut untuk menandatangani MoU, sehingga MoU ini bisa ditindaklanjuti secara baik oleh Pemkab maupun OPD di Pemprov Sumut,” ungkap Hasto dengan penuh harap.
Dengan kerja sama yang kuat antara Pemprov Sumut dan LPSK, diharapkan kasus kekerasan pada perempuan dan anak dapat diminimalisir, menciptakan Sumut yang lebih aman dan sejahtera bagi seluruh warganya. (Dedy Hutajulu)











