NEWS  

Pengunjung Membludak, Lokasi Wisata Pemandian Pariban Diduga Langgar Prokes

Share

Karo, ArmadaBerita.Com

Himbauan pemerintah agar tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19, diduga belum sepenuhnya digubris oleh beberapa pihak pengelola wisata. Fenomena kerumunan masih terlihat jelas di lokasi pemandian air panas Pariban, Sidebu-Debu di kawasan Doulu, Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara.

Pantauan wartawan pada Kamis (27/5/2021) dini hari, kerumunan massal tampak jelas di lokasi pemandian air panas Pariban. Ratusan pengunjung (wisatawan) baik dari dalam kota maupun luar kota memadati lokasi pemandian air panas tersebut.

Tidak adanya kepatuhan dari pihak pengelola terhadap himbauan pemerintah tentang Protokol Kesehatan (Prokes) dan ditambah lagi tidak adanya penjagaan ketat oleh petugas Satuan Tugas Corona Virus Disease (Covid-19) dilapangan, sangat dikhawatirkan penyebaran dan penularan Covid-19 akan berpeluang besar di lokasi wisata pemandian tersebut.

Salah seorang pengunjung Zulfikar (35) warga kota Medan, terpaksa mencari lokasi tempat pemandian lain disebabkan membludaknya pengunjung yang datang di lokasi pemandian Pariban.

“Iya bang dari Medan kami, tapi ini mau cari lokasi lain soalnya ramai kali di sini. Parkir mobil saja pun sudah tidak muat lagi ditambah lagi masuk kedalam kolam pemandian harus membayar Rp. 20 ribu itupun tidak ada karcis atau tiketnya,” sebutnya saat ditanyai di depan pintu masuk loket pembayaran.

Zulfikar, mengatakan pemerintah setempat dan pihak kepolisian khususnya Kabupaten Tanah Karo, harus benar-benar serius memantau seluruh aktivitas lokasi tempat wisata pemandian air panas khususnya Pariban, yang salah satunya lokasi yang terpaforit yang kerap dipadati wisatawan.

“Petugas Satuan Tugas Covid-19 setempat harus terjun kelapangan guna memantau dan mencegah terjadinya membludaknya kerumunan masal. Jika itu dibiarkan maka penularan dan penyebaran Covid-19, dikhawatirkan kian hari semakin bertambah akibat pihak pengelola lokasi tempat wisata tidak menghiraukan himbauan pemerintah untuk tetap menerapkan protokol kesehat (Prokes Covid-19), terutama dalam menghalau terjadinya kerumunan masal,” sebutnya.

Sementara Arsyad Lubis, selaku sekretaris Satuan Tugas Covid-19 Sumatera Utara, saat dikonfirmasi Sabtu (29/5/2021) lewat pesan singkat aplikasi WhatsApp, terkait kerumunan masal yang diduga kuat pihak pengelola tempat wisata tersebut tidak menerapkan Prokes Covid-19 seperti anjuran dari pemerintah, hingga berita ini ditayangkan belum membalas pesan yang dilayangkan.

Diketahui sebelumnya bahwa saat ini tingkat terpapar Covid-19 di Sumatera Utara terus meningkat. Pemerintah bersama tim Satgas Covid-19 hingga pihak kepolisian terpaksa gencar melakukan tindakan terhadap beberapa lokasi yang mengundang keramaian. Termaksud beberapa tempat hiburan malam dan lokasi wisata.

Beberapa hari kemarin Polresta Deli serdang juga menutup paksa dua tempat pemandian di wilayahklnya karena ribuan pengunjung memadati lokasi pemandian kolam renang. Tak lama dari situ, giliran Polrestabes Medan dan Polda Sumatera Utara juga menutup beberapa tempat hiburan malam, diskotik, hingga dua lokasi kolam renang. (Hendra Tj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *