NEWS  

Maraknya Bajing Loncat dan Premanisme di Sumut Rugikan Pedagang, Asperindo Gelar Do’a dan Santunan Anak Yatim

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Beberapa waktu belakangan ini di Sumatera Utara marak aksi pencurian bajing loncat dan pungli dijalanan (Aksi Preman). Setiap truk barang atau mobil barang jadi incaran para penjahat ini. Maraknya aksi bajing loncat dan pungli dijalanan di daerah ini, membuat para sopir mobil barang terus mengeluhkan kondisi itu.

“Kejadian ini sangat merugikan masyarakat Sumatera Utara,” kata Sekretariat Jendral Asosiasi Perusahaan Pengiriman Express, POS dan Logistik Indonesia (Asperindo) Sumatera Utara Fikri Alhaq Fachryana, Selasa (28/6/2021).

Fikri yang juga merupakan Kepala Cabang JNE Medan menjelaskan dampak dari kejadian ini telah banyak menghilangkan barang milik pelanggan (UMKM, Online Seller, Milik Pribadi, dll) sehingga yang dirugikan adalah masyarakat luas.

“Keselamatan para supir dan pengguna jalan akan terkena imbasnya dan mengakibatkan ongkos logistik menjadi tinggi sehingga menimbulkan tingginya beban masyarakat untuk berdagang,” tutur Fikri.

Disisi lain, lanjut Fikri, saat ini ekonomi Indonesia sangat bergantung pada Ekonomi Digital, sebagaimana telah dikampanyekan oleh pemerintah tentang digitalisasi ekonomi. Ekonomi digital adalah E Commerce/jual beli online. Komponen yang sangat utama dalam e commerce adalah jasa logistik.

“Jasa logistik tidak hanya berperan distribusi barang, tetapi juga berperan dalam proses transaksi pembayaran melalui COD Maka kita semua harus membangun ekosistem e  commerce yang sehat dan kondusif, aman dan nyaman.

Langkah atau upaya Asperindo Sumut dalam mengatasi Bajing Loncat dan Pungli Jalanan dengan memerintahkan kepada seluruh armada perusahaan anggotanya harus melengkapi standar keamanan armada dengan palang, gembok double, dan sebagainya.

“Alhamdulillah langkah standar keamanan ni sudah dipatuhi oleh seluruh Anggota Asperindo Sumut,” jelas Fikri.

Secara eksternal, kata Fikri, Asperindo telah berupaya pada setiap kejadian pada perusahaan anggota yang menjadi korban telah membuat laporan kejadian di Polsek terdekat.

Langkah selanjutnya Asperindo Sumut telah mengirimkan surat permohonan audiensi kepada Polda Sumut dan juga melakukan audiensi dengan beberapa Polsek wilayah hukum tempat kejadian.
“Namun sampai saat ini belum juga membuahkan hasil,” ucap Fikri.

Terakhir kejadian Bajing loncat dan sempat viral karena terekam di Daerah Lima Puluh, Kabupaten Batubara, Sumut, pada Sabtu 26 Juni 2021. “Maka dari itu langkah kami selanjutnya adalah melakukan Doa bersama dan Santunan anak yatim pada Jumat 2 Juli 2021, jam 16.30 – 17.30 WIB secara virtual dan dengan tema Mengetuk Pintu Langit.

“Karena kami yakin dengan janji Tuhan. Hasbunallah wani’mal wakiil” (Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah sebaik-baik Sandaran),” ungkap Sekjen Asperindo Sumut ini.

Dalam penyampaian do’a yang berlangsung dipimpin oleh Ustadz Riskil Asri, S.Pdi (Kepala Kantor Yayasan Yatim Mandiri Sumut). “Pesan-pesan akan disampaikan oleh Senator kita, Anggota DPD RI (Dewan Perwakilan Daerah) wakil Sumut Dr Dedi Iskandar Batubara dan Anggota DPD RI Muhammad Nuh, MSP,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *