armadaberita.com | MEDAN – Komisioner Kompolnas RI, Muhammad Choirul Anam, memberikan apresiasi atas sikap cepat dan terbuka yang ditunjukkan Polda Sumatera Utara dalam menangani kasus penembakan remaja di Belawan. Ia menilai langkah Kapolda Sumut yang langsung membuka ruang bagi kehadiran Kompolnas, Irwasum, dan tim dari Mabes Polri sebagai bentuk nyata komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas.
“Saat kami bertemu Kapolda, beliau langsung menyatakan kesediaannya menyampaikan ke publik bahwa tim Kompolnas dan Mabes Polri turun langsung. Ini langkah positif dan layak dicontoh,” ujar Anam dalam konferensi pers di Mapolda Sumut, Selasa (6/5).
Ia juga mengapresiasi langkah pencopotan sementara Kapolres Pelabuhan Belawan sebagai bentuk menjaga independensi penyelidikan. “Ini penting untuk memastikan proses berjalan objektif, tanpa intervensi. Ini bisa menjadi contoh bagi wilayah lain,” tambahnya.
Namun, menurut Anam, kasus di Belawan tidak bisa hanya dipandang dari sisi hukum semata. Ia menekankan perlunya pendekatan sosial yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan.
“Polisi memang di garis depan saat ada gangguan keamanan, tapi akar masalah seperti narkoba dan kekerasan remaja tidak bisa diselesaikan sendiri oleh Polri. Ini pekerjaan kolektif,” tegasnya.
Ia menegaskan pentingnya melihat para remaja di Belawan sebagai anak-anak bangsa yang harus dilindungi. Penanganan masalah, katanya, harus menyentuh aspek sosial, bukan sekadar menindak.
“Kita tidak bisa membiarkan mereka hanya jadi angka dalam laporan kasus. Mereka adalah masa depan yang harus kita jaga bersama,” ucapnya.
Kompolnas juga berencana menjalin komunikasi dengan pemkot dan pemprov guna membangun gerakan bersama dalam menyelesaikan akar persoalan sosial di Belawan.
“Ini momentum penting. Bukan hanya untuk menyelesaikan kasus, tapi untuk memulai perubahan besar demi masa depan anak-anak di Belawan,” tutup Anam. (*)











