Percut, ArmadaBerita.Com
Lili (33) dan keluarganya tak kuasa menahan tangis sampai histeris mengetahui anak sulungnya, Sinta (12) hilang usai diketahui mandi-mandi di sungai depan rumah kontrakannya di Jalan Duku Raya, Dusun XVII, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Selasa (28/3/2023) sekira pukul 15.00 WIB.
Berdasarkan keterangan warga dan keluarganya, Sinta diajak turun ke tepian aliran sungai Tembung depan rumahnya. Boca malang itu bersama Amel, Marsha, remaja wanita sepermainannya.
“Mereka mandi-mandi bertiga lalu hanyut ketiganya. Amel dan adiknya Marsha diselamatkan warga yang berada di pinggir sungai,” kata Rahman (38) teman ibu korban diamini paman korban, Paman Tino Khairansyah (17) kepada wartawan di lokasi.
Sementara itu, Sinta yang menurut pengakuan temannya tak bisa terselamatkan usai lepas dari pelukan Amel. Apalagi, Sinta diketahui tidak pandai berenang.
“Kenapa kau lepas dia? Kau kan yang ngajak Sinta? Lihatlah biar kau yang nanti didatanginya” sergah bibi korban yang terlihat
Dengan banyaknya cercaran itu, Marsha hanya bisa tertegun dan sesekali mengakuinya. “Iya, dia ku lepaskan karena kami bertiga tenggelam,” ucap polos gadis berbagai dewasa mengenakan pakai hitam ini.
Warga pun banyak yang melihat sewaktu mereka mandi di sungai. Ketiganya diketahui sempat terbawa arus dan hanyut, namun Amel dan Marsha berhasil selamat.
Nenek korban dan keluarganya lainnya masih tak kuasa menahan tangis. Tak lama, Lili pun pulang dari perantauan. Begitu tiba, Lili sangat terpukul.
“Kenapa malang gini nasib anakku, aku ke Siantar baru dua hari, aku kerja disana. Ini salahku kenapa dia nggak kuajak, padahal kangen kali dia dan adiknya pun bilang kangen kakak. Adiknya kuajak karena dia yang paling kecil,” celoteh Lili dengan tangisan sambil mengerang.
Banyak warga disana cukup prihatin dan mencoba mencari keberadaan Korban. Terlihat sampai larut malam banyaknwarga masih melakukan penerangan ke pinggiran sungai guna mencari keberadaan korban.
“Kasihan kali lah, dia anak yatim itu. Kakaknya nikah lagi dan dapat anak yang paling kecil, jadi anaknya sekarang ada 4. Dari suami kedua ini dapat anak satu. Makanya setiap ada santunan anak itu sering diajak,” ucap Suriani yang dulu tetangga korban.
Hingga pukul 20.30 WIB malam ini, tim Basarnas Kabupaten Deli Serdang yang turun ke lokasi belum bisa menemukan almarhum. Pencarian pun direncanakan dilanjutkan besok pagi. (ASN)











