NEWS  

Kasus Pencabulan Anak di Sumut Masih Tinggi, Dampak Psikologisnya Bisa Parah

Share

Sumut, ArmadaBerita.Com

Masih ingat dengan pria inisial MBM (42), warga Medan yang serupa binatang, tega mencabuli dua putrinya berkali-kali? Aksi bejatnya terbongkar karena kepergok istrinya sendiri, SF (33).

Lelaki bejat ini berbuat aib kepada dua anaknya yang masih setingkat SD, saat istrinya sibuk mencari nafkah dengan menjaga toko. Kasus cabul ini telah ditangani unit PPA Polrestabes Medan.

Apa yang menimpa dua anak dari SF ini bukanlah kasus tunggal. Banyak kasus cabul terjadi di Sumut. Subdit IV Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut menyebut, pihaknya menangani 21 kasua cabul di Sumut.

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan Rabu (29/7/2020) mengatakan, selama 2019, Polda Sumut menangani enam kasus pencabulan. Sementara pada 2020, jumlah tindak pidana pencabulan yang ditangani Poldasu 15 kasus.

“Jadi total kasus cabul yang ditangani Polda Sumut sebanyak 21 kasus,” imbuhnya.

Menanggapi kasus tersebut, Psikolog dari Minauli Consulting Irna Minauli angkat bicara. Irna menjelaskan kejahatan seksual terkait erat dengan hubungan kedekatan antara korban dan pelaku.

Sebagaimana diketahui, para pelaku kejahatan seksual pada anak seringkali dilakukan oleh orang-orang terdekat mereka, sehingga banyak orangtua tidak menyadari. “Semakin lama anak mengalami kekerasan seksual, dampak psikologisnya juga akan semakin parah,” tutur Irna Minauli. (Nst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *