NEWS  

Geger, Ditemukan Bocah SD Hanyut, Diduga Dibuang Ibunya ke Sungai

Share

Percut, ArmadaBerita.Com

Warga yang berdomisili di kawasan Jalan Duku Raya, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumut geger. Pasalnya di areal pinggiran sungai Dusun V ditemukan bocah perempuan yang telah ngambang di pinggiran sungai, Minggu (3/6) sekira pukul 18.00 WIB.

Menurut warga, korban hanyut itu merupakan bocah perempuan yang telah seminggu (26/6) dicari oleh pihak keluarga dan Tim Sar di sekitaran sungai Denai sampai sungai Tembung.

“Ini anak hanyut yang sudah seminggu dicariin Tim Sar dan keluarganya,” kata warga di lokasi.

Sontak temuan jasad anak hanyut yang diduga dibuang ibu kandungnya sendiri ke sungai itu membuat warga jadi geger. Pinggiran sungai tempat penemuan mayat hingga ke seberang sungai dipadati warga sekitar maupun pengguna jalan. Mereka ingin melihat langsung keadaan bocah malang tersebut dan pihak keluarganya.

Korban hanyut diketahui bernama, Humariah Putri (8) siswi Sekolah Dasar (SD) kelas I yang beralamat tinggal di Pasar 4 Jatian, Dusun III, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Hal itu dibenarkan, Sri Artatik yang mengaku tetangga sebelah rumah korban di Pasar 4 Jatian. Istri Kepala Dusun III ini mengatakan kalau korban diketahui hanyut dari jembatan penghubung antara Prumnas dan Tembung.

“Dia dibuang ibu kandungnya yang bernama, Tika Ramadhani. Oleh ibunya lalu dicampakkan ke sungai dari jembatan itu,” bilang Sri Artatik kepada wartawan dan dihadapan warga di lokasi penemuan.

“Itu keluarganya sudah datang juga sama kami tadi, sekarang melihat mayatnya yang masih di pinggir sungai karena belum ada yang berani mengangkatnya,” ujarnya.

Sri juga bilang kenapa ibu kandungnya tega menjatuhkan anak ke sungai. “Katanya ada stres-stresnya ibunya (Tika). Kalau suami ibu itu sudah meninggal. Mungkin karena itu atau masalah lain gitu,” sebut Sri yang enggan membeberkan lebih dalam soal mengenai gangguan jiwa yang dialami Tika.

Sri menjelaskan bahwa ikhwal korban diketahui telah dibuang ibu kandungnya ke dalam sungai setelah abang kandung Tika atau paman korban menanyakan keberadaan korban. “Terus dia bilang ke abangnya kalau anaknya sudah dibuangnya dan hanyutkannya ke sungai,” sebutnya.

Selama ini, ungkap Sri, korban tinggal bersama neneknya yang baru sekitar satu pekan ini meninggal dunia. Sebelumnya, Tika yang sedang menjalani perawatan karena stres dan gangguan jiwa yang dialaminya mengaku sudah sembuh sehingga diperbolehkan pulang.

“Ibunya itu baru keluar dia direhab, katanya dia sudah sembuh dan kangen sama anaknya, tapi malah begini. Bahkan dia pernah membakar rumahnya sendiri baru-baru ini. Abang kandung Tika itu tinggalnya pun gak jauh dari rumah mereka,” beber Sri.

Beberapa jam dari temuan itu, pihak Desa setempat langsung berkoordinasi dengan tim evakuasi serta melaporkan temuan mayat hanyut itu ke polisi.

Terlihat di lokasi aparat pihak Desa Bandar Khalipah dan personel kepolisian dari Sektor Percut Sei Tuan (Polsek Percut) tiba di lokasi melakukan proses evakuasi bantu warga serta keluarga korban.

“Tadi saya sudah hubungi Kepala Desa Bandar Klippa (pak Suripno). Ibu Sri tadi mengaku keluarganya juga,” ujar Kepala Desa Bandar Khalifah, Suparyo saat ditemui di lokasi.

Terpisah, Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol M. Agustiawan melalui Kasi Humas Aiptu Basrah Mansyah mengatakan pihak Polsek Percut Sei Tuan telah memeriksa saksi yang pertama sekali menemukan jasad korban terapung.

“Menurut Suwandi Bejo yang menemukan korban adalah Susilo. Saat itu ia sedang mencari belut (memancing),” kata Aiptu Basrah.

Polisi pun menjelaskan bahwa dari keterangan paman korban yang bernama, Faisal, korban dibuang oleh ibu kandung (Tika Ramadhani) pada tanggal 26 Juni 2022 dari atas jembatan sungai Prumnas Mandala menghubungkan Tembung. Begitu diketahui anaknya dibuang, warga pun heboh hingga polisi mengamankan Tika dan Tim Sar terus melakukan pencaharian di aliran sungai.

“Ibu kandung korban diduga pelaku yang membuang korban ke sungai telah diamankan di Mako Polsek Percut Sei Tuan sejak tanggal 26 Juni 2022,” pungkas Basrah. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *