Percut, ArmadaBerita.Com
Dalam kondisi wajah berlumuran darah, Supriko (47) lemah tak berdaya sambil menahan sakit di teras rumah salah seorang warga yang berada di Gang Puyuh Jalan Pasar 7 Beringin, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sabtu (10/6/2023) pukul 03.00 WIB dini hari.
Pria yang tinggal di Jalan Jati Gang Jati I, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, ini nyaris tewas dibantai belasan orang pria, kalau saja ia tidak berhasil kabur menyelamatkan diri.
Dia mengaku disekap di dalam rumah, lalu dianiaya belasan orang. Pelaku yang dikenalinya dan ikut menganiaya bernama Anto, warga Gang Tempua, Jalan Beringin Pasar 7, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan.
Sambil merintih menahan sakit, korban meminta tolong pada warga setempat untuk membawanya ke Mapolsek Percut Si Tuan untuk melaporkan belasan orang pria yang menganiaya dirinya.
Menurut ayah tiga anak itu, peristiwa tragis yang nyaris meregang nyawanya itu berawal saat korban berada di atas bantaran rel kereta api Jalan Pancasila, Pasar 7, Desa Bandar Klippa, Percut Sei Tuan.
Tiba-tiba salah seorang pelaku bernama Meyeng datang menghampiri korban dan mengajaknya ke rumah Anto di dalam Gang Tampua.
“Malam itu aku di atas bantaran rel kereta api, tiba tiba si Meyeng datang menghampiri dan mengatakan’ Ndra ada Kepling mencari mu,” ucap korban memperagakan perkataan pelaku Meyeng kepada dirinya.
Korban kemudian turun dari atas rel kereta api dan berjalan beriringan dengan Meyeng masuk ke dalam Gang Tampua menuju rumah Anto.
Sambil berjalan menuju rumah si Anto yang berada tak jauh dari bantaran rel kereta api, Meyeng mengatakan jika orang yang mengontrak di rumah kontrakan si Anto, kehilangan handphone dan Klkorban menjawab jika dia tidak ada mengambil.
“Rumahnya no tiga paling ujung sebelah kanan di Gang Tempua, hanya rumah si Anto itu satu satu rumah berpagar tembok tinggi berpintu gerbang,” bener korban.
Begitu tiba di rumah itu ternyata korban disambut si Anto bersama belasan orang kawanya. Korban kemudian di sekap dan dipukuli pelaku Anto dan Meyeng bersama belasan orang kawan mereka.
“Begitu korban masuk ke halaman rumah si Anto, mereka langsung menutup pintu gerbang rumah itu agar aku tidak bisa kabur,” aku korban.
Setelah pintu gerbang ditutup Anto langsung melayangkan tangan ke wajah korban dan diteruskan oleh si Meyeng dan diikuti belasan orang pria itu.
Tragisnya salah seorang pelaku menghantam wajah korban dengan menggunakan kunci sepeda motor hingga plipis kanan korban koyak.
“Ini dipukul si Anto pake kunci sepeda motor” ucap korban sambil menunjuk plipis kirinya yang robek dan nyaris mengenai mata kirinya.
Sementara si Meyeng menghajar kepala korban dengan menggunakan kayu. “Pertama kali yang memukul aku si Anto pake kunci sepeda motor,” sebut korban.
“Setelah itu si Meyeng menghantam kepalaku pakek balok. Lalu wajah ku dipukuli belasan orang pria hingga korban babak belur,” sambungnya.
Dalam kondisi tergeletak dan wajah berkucuran darah, korban selalu memegang dada yang nyeri hingga membuatnya sesak nafas saat bekerja.
“Dada dan kepala bagian belakang ku ini bang sakit sekali rasanya bang karena dada dan kepalaku ini mereka hantam pake kayu,” sebut korban sambil berharap seluruh pelaku yang menganiaya dirinya ditangkap oleh Polsek Percut.
Ditemani istrinya, korban melaporkan penganiayaan itu ke Polsek Percut Sei Tuan sambil berharap laporan pengaduanya ditindak lanjuti Polsek Percut Sei Tuan dengan menangkap para pelaku.
Terpisah Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu Japri Simamora SH MH mengatakan akan segera menindaklanjuti laporan warga tersebut. “Ok, nanti kita kordinasi ya,” imbuh kanit. (Sur/Red)











