NEWS  

Cecilia Sitanggang: Komik ‘Ayo Bela Teman Kita’ Sebuah Panggilan untuk Melawan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi

Foto komik buatan Tim Fortune USU. Komik ini sebagai alat untuk mengkampanyekan Gerakan Stop Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi.
Share

Medan, Armadaberita.com – Dalam upaya pencegahan kekerasan seksual di kalangan mahasiswa perguruan tinggi, komik “Ayo Bela Teman Kita” yang diciptakan oleh mahasiswa Program Studi Antropologi Sosial, Universitas Sumatera Utara (USU), telah menjadi pembicaraan publik. Namun, apa yang ada di balik penciptaan komik ini?

Kami duduk bersama Cecilia Sitanggang, salah satu anggota tim kreatif di balik komik ini, untuk mendengarkan pandangannya tentang pentingnya proyek ini dan bagaimana ia melihat peran mahasiswa dalam melawan kekerasan seksual.

Cecilia adalah sosok yang antusias dan penuh semangat dalam menjelaskan kontribusinya dalam pembuatan komik tersebut. “Kami merasa bahwa kekerasan seksual adalah masalah yang sangat serius di perguruan tinggi, dan sebagai mahasiswa, kami memiliki tanggung jawab untuk turut serta dalam melawannya,” ujarnya dengan tegas.

Ia menjelaskan bahwa inspirasi untuk menciptakan komik ini datang dari hasil wawancara yang mereka lakukan dengan berbagai pihak di lingkungan kampus. “Kami mendengarkan pengalaman dan pandangan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Kami ingin memahami masalah ini dari sudut pandang mereka,” kata Cecilia. “Dan kemudian, kami meramu semua data ini menjadi narasi yang menarik dalam komik ‘Ayo Bela Teman Kita’.”

Komik tersebut menggunakan bahasa yang relevan bagi kalangan mahasiswa, dan salah satu aspek yang membedakannya adalah penggunaan figur mahasiswa dalam cerita. Cecilia menjelaskan, “Kami ingin bahwa setiap mahasiswa yang membaca komik ini bisa merasa terhubung. Kami menghadirkan diri kami sendiri dalam cerita ini, sehingga mahasiswa bisa merasa bahwa kita semua memiliki peran dalam mencegah kekerasan seksual.”

Namun, apa pesan utama yang ingin disampaikan oleh Cecilia dan timnya melalui komik ini? “Pesan utama yang ingin kami sampaikan adalah bahwa setiap mahasiswa harus bisa membela temannya,” kata Cecilia. “Kami ingin menginspirasi solidaritas di antara mahasiswa, mengajak mereka untuk tidak tinggal diam jika mereka melihat tindakan kekerasan seksual atau mendengar cerita tentang hal itu di lingkungan kampus.”

Cecilia juga menyoroti pentingnya pendidikan dan kesadaran tentang kekerasan seksual. “Kami percaya bahwa pendidikan adalah kunci. Dengan memahami apa itu kekerasan seksual dan bagaimana melawannya, mahasiswa dapat menjadi agen perubahan di lingkungan kampus,” katanya.

Selain itu, ia berbicara tentang harapannya terhadap masa depan komik “Ayo Bela Teman Kita”. “Kami ingin komik ini tidak hanya menjadi sebuah karya seni, tetapi juga alat nyata untuk perubahan positif,” ujar Cecilia. “Kami berharap komik ini akan digunakan dalam berbagai program pendidikan dan seminar di seluruh perguruan tinggi, sehingga pesan kami bisa mencapai lebih banyak mahasiswa.”

Dalam wawancara ini, Cecilia Sitanggang menggarisbawahi pentingnya kesadaran, solidaritas, dan tindakan dalam melawan kekerasan seksual di perguruan tinggi. Komik “Ayo Bela Teman Kita” adalah langkah awal yang kuat menuju perubahan yang lebih baik, dan mahasiswa seperti Cecilia adalah teladan dalam mengambil inisiatif dalam isu yang begitu penting ini. (Redaksi) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *