Medan, ArmadaBerita.Com
Setelah buron sekitar 5 bulan, pelaku pembunuhan Husnul Nasution (47) warga Jalan Rawa Denai, Kecamatan Medan Denai akhirnya berhasil ditangkap oleh Tim Resmob Sat Brimob BKO Reskrimum Polda Sumut bersama Unit I Opsnal Ditreskrimum Polda Sumut.
Tak hanya itu, pelaku bernama Teddy Chaniago (22) warga Jalan Rawa Cangkuk I, Gang Arab, Kecamatan Medan Denai terpaksa harus dilumpuhkan dengan timah panas pada bagian kakinya, karena mencoba melawan petugas saat akan ditangkap.
Dansat Brimob Polda Sumut melalui Personel Sat Brimob Polda Sumut BKO Resmob Subdit III Jahtanras Direskrimum Polda Sumut, Ipda Sumarno Tampubolon menyampaikan, penangkapan ini dilakukan di Jalan Padang Sidempuan – Sibolga tepatnya di Desa Palopat Maria, Padang Sidempuan, Kamis (30/4/2020) pukul 12.30 WIB.
Sebelumnya, kata dia, Tim Resmob dan Unit I Opsnal Jahtanras Polda Sumut mendapat informasi bahwasannya pelaku pembunuhan Teddy Chaniago yang merupakan DPO Polsek Medan Area terlihat di seputaran Kota Padang Sidempuan.
Atas informasi ini, jelas dia, tim pun bergerak ke Kota Padang Sidempuan, pada Rabu (29/4/2020) untuk mencari pelaku. Saat pencarian dilakukan, pelaku pun terlihat sedang duduk dibengkel Sepeda motor yang merupakan bengkel pamannya.
“Lalu tim pun langsung melakukan upaya penangkapan sambil menunjukkan Surat Perintah Tugas dan Surat DPO pelaku kepada pamannya. Akan tetapi pelaku berontak dan berupaya melepaskan diri,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (1/5/2020).
Selanjutnya, sambung dia, pelaku pun diboyong ke Medan untuk melakukan pencarian barang bukti berupa gunting dan pakaian pelaku yang dibuangnya dipinggir sungai Denai di areal Pekuburan JalanTuba IV / Jalan Perjuangan, Medan Denai.
Namun saat proses pencarian, pelaku kembali berontak dengan menendang dan mendorong petugas yang memegangnya sampai terjatuh, sambil berupaya merebut senjata polisi.
Melihat itu, kata Sumarno, personel lainnya langsung melepaskan tembakan peringatan 3 kali keudara untuk menghentikan upaya pelaku sembari memerintahkannya untuk diam dan tiarap. Akan tetapi pelaku tidak mengindahkan peringatan yang sudah diberikan, sehingga kemudian diambil tindakan tegas dan terukur, dengan mengarahkan tembakan ke kaki pelaku.
“Setelah itu pelaku langsung diboyong ke RS Bahayangkara untuk dilakukan perawatan, sebelum akhirnya dibawa ke Mako Ditreskrimum Polda Sumut,” jelasnya.
Saat diinterogasi, Sumarno mengatakan, pelaku mengakui bahwa sebelum bertemu korban, dari rumah ia telah membawa sebilah gunting. Kemudian saat bertemu korban di depan warung kopi, Jalan Perjuangan Gang Arab, Medan Denai, yang baru turun dari mobil pelaku meminta uang untuk membeli rokok.
Tak berapa lama berselang, datang abang pelaku bernama Wanda (sudah ditangkap Polsek Medan Area) memanggil korban. Karena merasa tersinggung dipanggil nama, korban pun marah dan menampar Wanda.
“Sehingga pelaku langsung mendorong dan mencekik leher korban. Sedangkan Wanda yang sudah memegang sebilah pisau langsung menikamkannya ke bagian ketiak korban,” terangnya.
Setelah itu, pelaku pun spontan mengambil sebilah gunting dari saku celananya dan menikamkan ke bagian badan sebelah kiri korban. Usai melihat korban tergelatak dan bersimbah darah, Teddy dan abangnya kemudian melarikan diri meninggalkan.
“Saat kabur pelaku sempat pulang ke rumah untuk ganti pakaian dan membuang barang bukti di pinggir Sungai Denai. Selanjutnya, dengan menumpang truk, pelaku melarikan diri ke Padang Sidempuan,” terangnya.
Sumarno menambahkan, pelaku sendiri merupakan residivis yang baru keluar dari Lapas Tanjung Gusta bulan Juni terkait kasus pencurian rumah. Dalam kasus ini, imbuh dia, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti satu buah gunting bedah yang digunakan pelaku.
Duel Maut, Nasution Tewas Dikeroyok Duo Chaniago
Diketahui, aksi perkelahian maut berawal dari Duel tak seimbang yang terjadi di Jalan Rawa Cangkul I, Kecamatan Medan Area, Jum’at (27/12/2019) dini hari, sekira pukul 02.00 WIB.
Pasalnya, perselisihan yang awalnya hanya cekcok mulut berujung penikaman hingga kematian salah satu diantaranya.
Tak lama dari keributan dan sempat aksi kejar-kejaran, Khusnul Nasution (47) warga Jalan Denai Gang Saudara, Kecamatan Medan Area, ditemukan tewas bersimbah darah, tak jauh dari lokasi tepatnya di Jalan Rawa Cangkul I Gang Siti Khadijah.
Pelaku yang menjadi lawan korban saat berduel adalah, Teddy Chaniago (20) dan W Chaniago (30). Kedua warga setempat itu mengeroyok korban hingga terjungkal. Salah satu pelaku, W Chaniago memanfaatkan kesempatan itu. Dengan sebilah pisau, W Chaniago menghunuskan pisau yang dibawanya ke arah korban.
“Luka tusukannya dibawah ketiak sebelah kiri ada dua tikaman,” kata anak kandung korban, Muhammad Ami (21), saat ditemui wartawan di rumah duka, Jum’at (27/12/2019) pagi.
Akan tetapi, ia mengaku tak mengetahui perselisihan yang menyebabkan ayahnya itu tewas.
“Masalahnya aku gak tau bang, soalnya aku tinggal di Dusun 6 Saentis, Percut sama mamak. Mamak dan Bapak (korban) udah cerai. Aku taunya karena dikasih kabar keluarga disini kalau bapak meninggal di bunuh,” akunya.
Pun begitu, ia berharap pelaku pembunuhan ayahnya agar dapat dihukum sesuatu dengan hukum yang berlaku.
“Status ayah sekarang Duda. Waktu pisah dengan mamak saya, masing-masing menikah lagi dan Bapak saya sudah cerai dengan istrinya kedua. Saya berharap agar pelaku dihukum seberat-beratnya,” pintanya.
Dijelasnkannya, korban selama ini merupakan supir Angkutan Umum (Angkot) dan memiliki dua orang anak. “Dari istri yang kedua, Bapak gak punya anak,” tuurnya.
Sementara, menurut keterangan warga, duel antara korban (Khusnul Nasution) dan Teddy Caniago serta Wanda Chaniago diduga karena masalah patungan membeli narkoba.
“Meninggalnya di Gang rumahku juga. Aku disitu malam itu. Mereka ribut katanya sih gara-gara patungan mau beli sabu,” ujarnya.
Setelah uang terkumpul lalu diserahkan ke korban, sambungnya, namun tak dibelikan sama si korban. Hal itu membuat kedua pelaku yang merupakan abang beradik jadi naik pitam.
“Marahlah pelaku. Keduanya abang beradik. Mereka ribut di Jalan Rawa Cangguk I. Korban melawan dan dikroyok oleh kedua pelaku samapai terdesak dan tak seimbang karena korban pada saat itu dalam keadaan mabuk. Korban sempat lari ke Gang Khadijah,” ungkap, Razali.
Saat korban lari ke Gang Khadijah, beber Razali, disitu dia (korban) terus dikejar kedua pelaku, hingga akhirnya ia di tikam dengan menggunakan pisau lipat oleh si Wanda sebanyak dua tusukan.
“Pas kenak tikam, korban masih bisa berdiri lagi. Kedua pelaku langsung melarikan diri. Warga lah yang membawa korban ke rumah sakit Muhamadiyah Jalan Denai,” jelasnya.
Belum lama tiba di rumah sakit, korban menghembuskan nafas terakhir.
Kapolsek Medan Area, Kompol Faidir Chaniago, dan Kanit Reskrimya, Iptu ALP Tambunan saat dikonfirmasi, mengaku telah mengamankan pelakunya.
“Dua orang pelakunya sudah kita amankan. Sabar ya, nanti kita rilise di Polrestabes Medan,” kata Kapolsek dan Kanit Reskrimya menjawab wartawan.(Red)











