NEWS  

Bocah Perempuan Ini Derita Kanker Tulang

Share

Armadaberita.com – Jessyca (8), bocah perempuan menahan sakit setiap hari karena menderita kanker tulang pada kaki kirinya. Cika (begitu dia disapa), merupakan anak dari pasangan suami istri Jimmi dan Uca Sisika Mutia, warga Dusun VII, Desa Manunggal, Labuhan Deli, Deliserdang, Sumut.

Cika telah mengenyam pendidikan dasar hingga kelas III SD PAB 29 Pasar 10, Desa Manunggal. Namun akibat sakit penyakit yang didetitanya itu, saban hari ia hanya bisa beraktivitas di atas tempat tidur di rumahnya. Ia hanya ditemani adiknya, Jessen dan ibunya.

Uca bercerita jika ayah Cika kabur dari rumah, meninggalkan mereka sejak dua bulan lalu. “Jimmi sempat gadaikan motor orang dan stres melihat kondisi Cika yang tidak kunjung membaik,” ungkapnya.

Uca menduga, Cika menderita kanker tulang berawal saat menginjak bunga ‘buang sial’ orang. Tak disangka, kakinya kemudian membengkak kecil dan timbul bisul. Uca tak mampu mengobatinya, lantaran terkendala biaya. Keluarga ini masuk kategori miskin.

Sebagai alternatif, pengobatan tradisional pun ditempuh agar kaki Cika bisa pulih.Namun bukannya membaik, kaki Cika malah semakin parah dan membengkak. Sebagai ibu, Uca kemudian memutuskan membawa Cika berobat ke Rumah Sakit Umum Pusat Adam Malik Medan, dengan bantuan biaya dari saudara dan tetangga.

Uca menuturkan, usai didiagnosisi, dokter menganjurkan agar kaki Cika diamputasi. Mendengar penjelasan dokter, Uca kaget. Cika sendiri menolak diamputasi, lantaran ketakutan sebagaimana pernah dia saksikan satu tayangan di kanal youtube tentang amputasi. Cika amat takut jika harus kehilangan kakinya.

“Biaya operasi juga mahal, saya tidak ada uang. Rumah aja ngontrak 400 ribu sebulan, saya kesulitan untuk membayarnya. Dan akhirnya, Cika saya pulang ke rumah,” ujar ibu Cika.

Lantaran kesulitan ekonomi, Jessen adiknya Cika yang kini berusia (6) terpaksa tidak bersekolah. Padahal baik Cika maupun Jensen adalah anak dengan intelektual bagus. Keduanya cerdas dan kerap juara di sekolah. “Jessen juga pintar,” puji Uca. (Suriyanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *