Jakarta, ArmadaBeritaCom – Bukan hanya dijadikan sebagai rumah ibadah, melainkan dijadikan sebagai rumah kedua bagi masyarakat disekitarnya. Dengan bangunan yang cukup luas dan megah, gereja tersebut sering digunakan masyarakat bersosialisasi dan mempererat tali silaturahim.
Warga gereja terlibat gotong royong dan membantu menyelesaikan masalah dari warga yang kesulitan. Akhir-akhir ini, warga gereja sering mengeluhkan tentang kebingungan mereka untuk melaporkan SPT secara online.
Pada era digital saat ini, Dirjen Pajak memang mengeluarkan banyak program dan sistem baru untuk memudahkan masyarakat melaporkan pajaknya. Salah satunya layanan E-filling di situs djp online. Sebenarnya pelaksanaannya cukup mudah dilakukan.
Namun hal tersebut tidak diiringi dengan sosialisasi yang menyeluruh kepada masyarakat sehingga masih banyak orang yang melaporkan pajaknya secara manual, tak terkecuali warga Gereja POUK TNI AL.
Melihat situasi dan kondisi warga gereja yang kebingungan, kami sebagai mahasiswa UKRIDA ingin membantu mereka agar dapat melakukan kewajiban sebagai warga negara yang baik dengan melaporkan SPT Tahunan secara tepat waktu dan mudah.
Proses sosialisasi pun kami lakukan pada hari Minggu, setelah warga gereja menyelesaikan iba. Cukup banyak warga gereja yang mengikuti sosialisasi pengisian SPT Online yang kami adakan. Kebanyakan, mereka yang mengikuti sosialisasi tersebut adalah kepala keluarga.
Sosialisasi yang kami adakan juga dibantu oleh Dr. Yohanes, salah satu dosen kami di UKRIDA yang memang memiliki sepak terjang dan pengalaman mumpuni di bidang perpajakan. Bapak Yohanes membantu membawakan presentasi dan melakukan sosialisasi.

Warga gereja diajarkan mengenai cara registrasi E-Filling di website DJP, cara membedakan formulir 1770, 1770 S, 1770 SS, serta bagaimana cara melakukan pengisian SPT elektronik di website. Meskipun Bapak Yohanes tidak hadir secara langsung di gereja bersama kami, warga gereja tetap sangat antusias dan semangat mengikuti sosialisasi yang dilakukan.
Awalnya masih banyak warga gereja yang kebingungan mengingat mayoritas warga gereja yang sudah memasuki usia lanjut, sehingga mereka kesulitan untuk mengoperasikan fasilitas E-Filling. Tetapi saat memasuki sesi tanya jawab, sebagian warga gereja menjadi memahami cara penggunaan E-filling. Hal tersebut tentunya menjadi penyemangat kami sehingga upaya yang kami lakukan tidak sia-sia.
Kami juga menjadi yakin, sebenarnya dengan adanya fasilitas pengisian SPT secara online dapat menyadarkan masyarakat Indonesia betapa pentingnya mnelakukan pelaporan pajak, pelaporannya pun juga sangat mudah.
Jika semakin banyak warga negara Indonesia yang melakukan pelaporan pajak, maka Indonesia juga bisa menjadi negara yang maju dan kuat mengingat pendapatan terbesar dari sebuah negara adalah pajak. Pajak bukanlah sesuatu yang harus ditakuti oleh Wajib Pajak, melainkan sebagai bentuk sarana bela negara dan pendistribusian kesejahteraan merata kepada masyarakat luas.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan agar kita lebih termotivasi untuk selalu ingat dan menjalankan kewajiban kita sebagai warga negara yang baik dengan melakukan pelaporan SPT tepat waktu dan jujur.
Semoga kedepannya banyak mahasiwa UKRIDA dapat termotivasi untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat sekitar dan membagikan ilmu yang telah kita pelajari dari di kegiatan perkuliahan. Karena perubahan harus dimulai dari diri sendiri, lingkungan, masyarakat dan bangsa. (*)
Naskah artikel ini ditulis oleh dua orang Mahasiswa Ukrida yakni Veronica dan Angel Natalia.











