Rompi Karya Anak Difabel SLB Negeri Pembina Diapresiasi Tinggi di Jerman

Foto kolase, bule Jerman bangga mengenakan rompi buatan murid SLB Negeri Pembina, Medan, di Berlin.
Share

MEDAN, ARMADA BERITA- Desain rompi unik hasil karya anak didik Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina membuat bangga Kepala Sekolah, Mardi Panjaitan. Rompi buatan mereka, meskipun dihasilkan oleh anak-anak dengan keunikan difabel, mendapatkan apresiasi tinggi di Jerman.

Hal itu terungkap ketika Mardi Panjaitan berkunjung ke Berlin, Jerman untuk mengikuti kegiatan olahraga, Special Olympic World Summer Games (SOWSG) di Berlin-Jerman pada 2023 lalu. Saat itulah ia terpeson dengan rompi yang dikenakan para bule itu yang tidak lain adalah hasil karya tangan muridnya, difabel. “Pengalaman itu semakin memantapkan keyakinan saya, bahwa anak-anak difabel memiliki potensi untuk bersaing di tingkat internasional,” ujarnya, Jumat (19/1/2024).

Bahkan, rompi buatan anak didik SLB Negeri Pembina menjadi tren di Jerman. Ini menandakan keberhasilan mereka dalam meraih apresiasi di kancah internasional.

“Anak-anak difabel ini mampu menciptakan desain yang tidak hanya kreatif tetapi juga mengusung kearifan lokal, yang menjadikan karya mereka unik dan bernilai,” ungkap Mardi.

Mardi menuturkan, masyarakat Jerman, terutama orang-orang bule, mengenakan rompi tersebut dengan bangga. Mereka mengenakan rompi itu dalam berbagai momen, baik formal. Maupun semi formal. “Ini membuktikan bahwa kreativitas dari anak-anak difabel mendapatkan pengakuan di luar negeri,” jelas guru olahraga itu.

Mardi Panjaitan menekankan, masyarakat lokal seharusnya dapat menunjukkan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap karya-karya anak-anak difabel, sebagaimana yang diterima di luar negeri. “Kemampuan dan kreativitas anak-anak difabel patut diakui dan diapresiasi. Kita perlu memberikan dukungan lebih lanjut terhadap potensi-potensi luar biasa yang dimiliki anak-anak kita ini,” harapnya. (Dewa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *