ARMADABERITA | Semarang – Jagat media sosial heboh setelah beredar tuduhan bahwa Ahmad Ramzy, jurnalis Serat.ID sekaligus anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang, disebut-sebut sebagai otak kerusuhan dalam demonstrasi di Salatiga.
Namun AJI Semarang langsung pasang badan. Ketua AJI Semarang, Aris Mulyawan, menegaskan tuduhan tersebut adalah fitnah yang berbahaya, menyesatkan, dan merusak nama baik jurnalis.
“Ahmad Ramzy adalah jurnalis profesional. Menuduhnya tanpa bukti jelas adalah fitnah serius. AJI tidak akan tinggal diam,” tegas Aris, lewat siaran pers tertulisnya, Selasa (2/9).
Bukan hanya tuduhan, data pribadi Ramzy bahkan ikut disebar di media sosial lengkap dengan foto KTP dan narasi provokatif. AJI mengecam keras praktik doxing itu karena membahayakan keselamatan jurnalis dan membuka peluang serangan digital maupun fisik.
AJI Semarang memastikan siap menempuh jalur hukum terhadap siapa pun yang menyebarkan fitnah maupun melakukan doxing. “Kami akan menuntut pertanggungjawaban para penyebar hoaks. Ini penting untuk melindungi jurnalis sekaligus menjaga kebebasan pers,” lanjut Aris.
AJI menduga fitnah dan serangan digital terhadap anggotanya merupakan bentuk pembungkaman media. Mereka menyerukan masyarakat agar kritis dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.
Sebelumnya, pesan berantai berisi identitas pribadi Ramzy dengan label “biang kerok kerusuhan” menyebar luas di WhatsApp dan media sosial pasca demonstrasi dukungan ojol di Salatiga. Padahal, hingga kini tidak ada bukti keterlibatan dirinya dalam kerusuhan.











