GLOBAL  

Drone Otonom “SkyFast” Bikin Kejutan di Singapura, Mahasiswa UPER Tembus Podium Internasional

Drone SkyFast karya Tim Retro Universitas Pertamina. (Ist)
Share

Singapura, ArmadaBerita.Com – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi drone global, tim mahasiswa Teknik Elektro Universitas Pertamina (UPER) sukses mencuri perhatian internasional lewat inovasi drone otonom berkecepatan tinggi bernama SkyFast. Inovasi tersebut mengantarkan Tim RETRO UPER meraih posisi 3rd Runner Up pada kategori High Speed Drone Flock dalam ajang bergengsi Singapore Amazing Flying Machine Competition (SAFMC) 2026 yang berlangsung di Singapore EXPO, 7–11 April 2026.

Prestasi ini menjadi sorotan tersendiri karena UPER tercatat sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta Indonesia yang berhasil menembus jajaran papan atas kompetisi internasional tersebut. Tim RETRO finis di posisi keempat, tepat di bawah National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Di balik pencapaian itu, SkyFast hadir bukan sekadar drone biasa. Purwarupa ini dirancang sebagai drone otonom yang mampu bergerak cepat di lingkungan kompleks tanpa kendali pilot. Teknologi tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan industri modern yang menuntut sistem navigasi udara cerdas, cepat, dan adaptif.

Ketua Tim RETRO, Arkhen Bassam Ayubi, menjelaskan bahwa SkyFast dikembangkan untuk menjawab tantangan utama pada sistem drone flock, yakni kemampuan navigasi di ruang sempit dengan kecepatan tinggi.

“SkyFast dirancang agar mampu melesat hingga 5 meter per detik dan menembus celah sempit berukuran 1,5 x 1,5 meter secara mandiri tanpa bantuan pilot,” ujar Arkhen.

Keunggulan utama SkyFast terletak pada kombinasi kecerdasan navigasi dan desain fisik tahan benturan. Drone ini mengusung konsep 100% Crash-Proof Geometry dengan material PLA-Carbon dan pelindung baling-baling berbahan hibrida Carbon-Nylon yang dirancang mampu menyerap energi benturan secara optimal.

Tak hanya mengandalkan kekuatan fisik, SkyFast juga dibekali sensor LiDAR serta algoritma A-STAR untuk memetakan lingkungan secara 360 derajat dan menentukan jalur tercepat secara otomatis. Sistem navigasinya diperkuat metode komputasi FAST-LIO dan komputer mini Raspberry Pi yang memungkinkan drone merespons rintangan secara real time tanpa jeda.

Pengembangan SkyFast dilakukan oleh sembilan mahasiswa Teknik Elektro UPER yang tergabung dalam Tim RETRO, yakni Arkhen Bassam Ayubi, Nanda Agricioleovi, R. R. Dwigyantosa R., Inggil Giri Wiranata, Demas Zaky Musa, Muzaki Ahmad F., Rayzar Raja F., Quinadiene Nasywa A., dan Joseph Yang. Tim ini dibimbing langsung oleh Ketua Program Studi Teknik Elektro sekaligus dosen pembimbing, Dr. Eng. Muhammad Abdillah, S.T., M.T.

Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, S.Si., M.Si., menyebut capaian tersebut sebagai bukti kesiapan mahasiswa Indonesia dalam menghadapi era teknologi otonom dan sistem cerdas.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UPER mampu menciptakan inovasi teknologi yang tidak hanya kompetitif di tingkat internasional, tetapi juga relevan sebagai solusi nyata bagi kebutuhan industri dan masa depan nasional,” kata Prof. Djoko baru-baru ini.

Perkembangan teknologi drone sendiri terus menunjukkan pertumbuhan signifikan secara global. Pasar drone konsumen dunia diproyeksikan meningkat hampir tiga kali lipat dari USD 5,89 miliar pada 2025 menjadi USD 15,65 miliar pada 2034. Sementara di Indonesia, nilai pasar drone diperkirakan mencapai USD 93 juta pada 2028.

Di tengah kompetisi teknologi yang semakin ketat, keberhasilan SkyFast menjadi sinyal bahwa inovasi karya mahasiswa Indonesia mulai diperhitungkan dalam pengembangan sistem drone otonom masa depan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *