Parapat, ArmadaBerita.Com
Memasuki fase recovery di tahun 2022 seiring menurunnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan kembali pulihnya aktivitas perekonomian, kinerja bank umum di Sumatera Utara menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Salah satu diantaranya, Program restrukturisasi untuk bank umum meneruskan tren yang melandai sejak Desember 2020. Berdasarkan pemantauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per April 2022, restrukturisasi tercatat sebesar Rp16 triliun.
Hal tersebut menunjukkan bahwa sebagian dari debitur yang mendapatkan fasilitas stimulus, sudah semakin membaik.
“Harapan kami, tentunya, dengan pemulihan pertumbuhan kredit dan ekonomi, restrukturisasi ini secara gradual atau bertahap akan turun dan akan dapat dinormalkan di suatu titik tertentu,” kata Kepala OJK KR5 Sumbagut, Yusup Amsori dalam kegiatan Media Gathring di Parapat, Kamis (16/6/2022) sore.
Dalam hal itu, jelas Yusup, OJK terus melakukan pengawasan kepada bank agar terus memantau dan membuat pencadangan untuk mengantisipasi kredit bermasalah ke depannya.
Sementara berdasarkan pemantauan per April 2022, sambung Yusup, Bank Umum yang berkantor pusat di Sumatera Utara, yang terdiri dari Bank Sumut dan Bank Mestika Dharma, memperlihatkan peningkatan kinerja intermediasi. “Peningkatan itu ercermin dari pertumbuhan positif untuk total aset dan penghimpunan DPK masing-masing sebesar 9,42 persen, dan 9,40 persen secara yoy,” jelasnya.
Sedangkan hntuk penyaluran kredit menunjukkan pertumbuhan yang relatif tinggi sebesar 10,55 persen yoy. “Sudah melebihi proyeksi pertumbuhan 7,5% di akhir tahun. Pertumbuhan tersebut disertai dengan profil risiko yang terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,70 persen,” imbuhnya.
Selain itu, kedua bank umum di Sumatera Utara juga tercatat menghasilkan laba sebelum pajak pada April 2022 sebesar Rp434 miliar, meningkat 26,89 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Sama seperti bank umum daerah, BPR/BPRS di Sumut juga memperlihatkan peningkatan kinerja yang baik, khususnya dalam kontribusinya menyalurkan kredit. Per April 2022, total aset bertumbuh 7,66 persen yoy, penghimpunan DPK bertumbuh 8,45% yoy, dan penyaluran kredit/pembiayaan dapat didorong bertumbuh double digit sebesar 13,09 persen yoy.
Salah satu upaya yang OJK lakukan dalam memperkuat posisi BPR/BPRS adalah dengan mendorong proses merger, konsolidasi, dan akuisisi. Hingga saat ini, terdapat 53 bank dari yang sebelumnya 60 bank pada Desember 2020. “Tujuannya adalah dalam memperkuat layanan, permodalan dan infrastruktur, serta mendukung upaya program pemerintah dalam rangka konsolidasi,” pungkasnya. (ASN)











