ArmadaBerita.Com
Merebaknya Covid-19 atau virus Corona terus berdampak bagi perekonomian global. Meski ramai di negara Tiongkok, namun negara lain yang menjadi mitra kerjasama turut berpengaruh.
Kini penyebaran virus Corona sudah merebak ke beberapa negara. Bahkan Amerika Serikat (AS) justru mengkonfirmasi negaranya bagian California darurat Corona.
Pengamat Ekonomi, Gunawan Benjamin menyebut, dampak darurat Corona di California mempengaruhi indeks bursa Dow Jones yang ambruk hingga rupiah di Indonesia terus anjlok dan merosot.
“Hal ini membuat indeks bursa Dow Jones terpukul 3.58%. Kinerja IHSG diyakini akan mengalami pelemahan seiring dengan memburuknya kinerja indeks bursa global malam tadi,” kata Gunawan Benjamin kepada wartawan, Jum’at (6/3/2020) pagi.
Menurutnya, kondisi IHSG di akhir pekan diyakini tidak akan jauh berbeda dengan sejumlah bursa asia lainnya.
Ditambah dengan penguatan kinerja selama 2 hari sebelumnya, secara teknikal IHSG juga rawan terkena aksi profit taking.
“Ini yang perlu diwaspadai, karena tekanannya bukan hanya berbicara sentimen negatif karena merebaknya Corona, namun ada aksi jual yang bisa memicu terjadinya tekanan secara psikologis,” sebut Benjamin.
Pada sesi pembukaan pagi, ungkapnya, IHSG sudah terpangkas 1% lebih di level 5.575,56. Dan sejauh ini IHSG masih melanjutkan tren pelemahannya. Dikisaran level 5.523.
“Jika seandainya tekanan pada IHSG berlanjut dan menembus level psikologis, maka level 5.470 akan menjadi titik support terdekat,” ungkap Benjamin.
Maka dari itu, lanjut dia, pelaku pasar akan sangat berhati hati melakukan transaksi pada perdagangan hari ini setelah ada ketakutan terkait corona di negara lain.
“Seirama dengan pelemahan IHSG, mata uang rupiah mengalami pelemahan di level 14.265 per us dolar,” paparnya. (Nst)











