EKBIS  

BI Sumut Ajak Kolaborasi Kenalkan Keuangan Digital Melalui Opening Ceremony Medan DigiFestival

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Utara (BI Sumut) kembali melakukan upaya edukasi dan literasi keuangan digital dengan menggelar Opening Ceremony Medan DigiFestival 2023.

Medan Digifestival tahun ini mengangkat tema “Wujudkan Digitalisasi dengan Semangat 45”, BI Sumut mengharapkan kegiatan ini dapat menjadi semangat bersama untuk terus berkolaborasi dan berkomitmen mengenalkan keuangan digital secara inklusif kepada masyarakat yang disertai dengan peningkatan literasi keuangan di masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera Utara.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, digitalisasi telah menyentuh berbagai aspek kehidupan, termasuk pada aspek keuangan dan sistem pembayaran secara umum,” kata Kepala BI sumut, IGP Wira Kusuma dalam sambutannya yang diselenggarakan di Kampus Universitas Sumatera Utara (USU) pada Jumat (25/8/2023).

Acara itu turut dihadir, anggota Komisi XI DPR RI, H. Hidayatullah, SE, Walikota Medan, Bobby Afif Nasution atau yang mewakili, Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos, M.Si, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbagut atau yang mewakili Dekan dan Wakil Dekan Fakultas serta segenap Civitas Akademika USU, Ketua dan Pengurus Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Sumut, Ketua dan Pengurus Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan, serta Pimpinan perbankan dan penyelenggara jasa pembayaran.

Pada kesempatan itu, Bambang Mukti memaparkan bahwa BI mencatat nilai transaksi uang elektronik Nasional meningkat 14,82 persen (yoy) sehingga mencapai Rp111,35 triliun di triwulan II-2023. Sementara nilai transaksi digital banking tercatat sebesar Rp.12.852 triliun atau tumbuh 11,6 persen (yoy).

“Sejalan dengan hal ini, transaksi Quick Response Code Indonesian Standart (QRIS) juga menunjukan pertumbuhan yang signifikan. Tercatat merchant QRIS sampai Juni 2023 secara nasional sebanyak 26,7 juta merchant, dengan jumlah pengguna sebanyak 37 juta pengguna. Transaksi QRIS di Tw II-2023 tumbuh 104,64 persen dengan nilai nominal sebesar Rp49,65 triliun,” papar Bambang Mukti.

Sejalan dengan kondisi nasional, lanjutnya, perluasan QRIS di Sumatera Utara juga berjalan dengan baik dan terus terakselerasi sejalan dengan akseptansi masyarakat. Dimana jumlah merchant QRIS di Sumatera Utara hingga triwulan II 2023 telah mencapai 1,02 juta merchant yang di dominasi oleh merchant usaha mikro (63,06 persen), dengan total transaksi mencapai Rp.4,91 triliun dan telah digunakan oleh 1,7juta pengguna.

“Bank Indonesia sendiri, sebagai otoritas moneter dan sistem pembayaran di Indonesia, akan terus mendorong perluasan digitalisasi dan memperkuat sistem pembayaran yang semakin CEMUMAH (Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Andal),” tegas Bambang Mukti.

Bank Indonesia juga telah menerbitkan Blueprint Sistem Pembayaran 2025 (BSPI 2025) yang menjadi guidance dalam pengembangan ekonomi digital di Indonesia.

Beberapa inovasi transaksi non tunai yang di dorong oleh Bank Indonesia antara lain Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta BI-FAST yang mendorong transaksi semakin cepat dan efisien bagi masyarakat.

Pun begitu, lnjut Bambang Mukti, di tengah perkembangan keuangan digital yang pesat tersebut, masih terdapat berbagai tantangan, khususnya dalam hal literasi masyarakat, serta infrastruktur pendukungnya.

Bambang menyebut, berdasarkan Survei Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2022 oleh OJK, masih terdapat gap sebesar 43,89 persen antara indeks literasi dan inklusi keuangan di Sumatera Utara. Indeks literasi keuangan hanya sebesar 51,69 persen, sementara indeks inklusi keuangan telah mencapai 95,58 persen.

“Kondisi tersebut tentunya menjadi perhatian kita bersama, untuk dapat terus mendorong perluasan edukasi keuangan digital, sekaligus meningkatkan literasi dan pemahaman mengenai risiko-risiko yang dihadapi, untuk mewujudkan konsumen layanan keuangan digital yang paham, berdaya dan terlindungi, serta sinergi dalam menghadapi tantangan digitalisasi di Sumatera Utara,” imbuhnya.

Menghadapi berbagai tantangan tersebut, kata Bambang Mukti, diperlukan sinergi yang kuat dari berbagai pihak, baik pemerintah pusat dan daerah, Bank Indonesia, OJK, penyelenggara jasa pembayaran (bank maupun non bank), serta institusi pendidikan dan akademisi yang memiliki peran penting dalam edukasi keuangan kepada masyarakat.

“Sebagaimana yang kita laksanakan hari ini dalam bentuk Medan Digifestival, kolaborasi dan dukungan Universitas Sumatera Utara dalam mewujudkan ekosistem digital di lingkungan kampus, diharapkan menjadi role model bagi dunia pendidikan,” tandas Bambang Mukti sembari mengajak seluruh stakeholder berkolaborasi. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *