Medan, ArmadaBerita.com – Suara haru dan semangat memenuhi acara “Menginspirasi Inklusivitas” yang dihadiri oleh guru SLB, kepala sekolah, pensiunan guru, dan Wakil Konsul AS di Medan, Kristy Mordhost. Acara yang digelar di SLB Negeri Pembina Medan, kemaren itu membahas peran penting pendidikan inklusif dalam membentuk masyarakat yang menerima perbedaan.
Guru SLB, sebagai garda terdepan, menyoroti tantangan dan kebahagiaan dalam mendidik siswa berkebutuhan khusus. “Kami berusaha menciptakan lingkungan di mana setiap siswa merasa dihargai dan mampu berkembang sesuai potensinya,” ujar seorang guru SLB.
Kepala SLB Negeri Pembina, Mardi Panjaitan menegaskan pentingnya kepemimpinan yang inklusif. “Kita harus memastikan bahwa setiap siswa, dengan atau tanpa disabilitas, merasa diterima dan didukung di sekolah,” kata Mardi.
Guru-guru pensiunan juga turut membagikan pengalaman mereka dalam membangun fondasi inklusivitas di masa lalu. “Melibatkan seluruh komunitas sekolah adalah kunci. Pendidikan inklusif bukan hanya tanggung jawab guru, tetapi semua pihak,” ungkap Rosalina Sembiring, salah seorang pensiunan guru SLB dengan mata berkaca-kaca.
Kristy Mordhost, Wakil Konsul AS, menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap upaya-upaya tersebut. “Pendidikan inklusif adalah jembatan menuju masyarakat yang menerima keberagaman. Konsulat AS di Medan bangga terlibat dalam inisiatif-inisiatif ini,” ucapnya.
Diskusi mengenai pentingnya pendidikan inklusif untuk membangun masyarakat yang inklusif menjadi pusat perhatian. Panelis-panelis berbagi visi mereka untuk menciptakan lingkungan yang tidak hanya menerima, tetapi merayakan perbedaan.
Kegiatan tersebut bukan hanya memberikan inspirasi, tetapi juga menandai komitmen bersama untuk melanjutkan perjalanan menuju masyarakat yang lebih inklusif dan adil. Masyarakat diharapkan dapat merangkul keberagaman, merayakan keunikan, dan memastikan bahwa tidak ada satu pun yang tertinggal. (*)
Reporter : Dedy Hutajulu











