Melayani dan Berbagi Kasih Bersama Panti Asuhan Yataka

Share

Jakarta, ArmadaBeritaCom – Panti Asuhan ini memiliki 20 orang anak yang berusia sekitar 15–19 tahun, dan 4 pengurus panti. Panti Asuhan ini diselenggarakan berlandasan nilai-nilai kekristenan di dalam hidup sehari-hari.

Pelaksanaan program pelayanan dan berbagi kasih dari kelompok kami yang beranggotakan 5 orang yaitu Michale, Hana, Priska Shierin dan Henna. Kami melayani dan berbagi di Panti Asuhan Yataka sebanyak 5 kali pertemuan, yakni di setiap Sabtu mulai dari 28 Mei hingga 25 Juni 2022 dengan berbagai kegiatan yang sudah disusun untuk setiap pertemuannya. Kegiatan yang dilakukan adalah bertujuan untuk belajar bersama membuat prakarya yang dapat dijadikan ide dan modal berwirausaha bagi anak remaja untuk mendapatkan penghasilan.

Dari 20 jumlah anak yang ada di sana, peserta yang selalu hadir dalam program pelayanan dan belajar bersama ini ada sekitar 15-20 anak. Tempat pembelajaran yang digunakan adalah ruang tamu sederhana, yang dapat dipakai untuk kegiatan bersama mulai dari belajar membuat prakarya yang bisa menjadi ide untuk membuka usaha dan mencari penghasilan sampingan hingga makan bersama. Juga saling berbagi cerita juga di ruang tersebut. Dengan kata lain, ruang tamu atau aula sederhana ini adalah tempat yang selalu dipakai untuk kegiatan yang melibatkan banyak orang di Panti Asuhan Yataka.

Kami menyadari bahwa anak-anak seusia mereka punya banyak sekali potensi yang bisa digali untuk membuat mereka bisa memiliki usaha yang menghasilkan uang. Pihak panti asuhan pun menyambut baik mengenai ide wirausaha yang akan kami coba ajarkan.

Mahasiswa Ukrida berbagi kasih di Panti Asuhan Yataka.

Mereka juga menyambut baik sosialisasi dari kami mengenai kampus Ukrida kepada anak-anak, karena bermanfaat untuk menjadi ide wirausaha bagi anak-anak panti dikemudian hari dan juga bermanfaat untuk membuat anak-anak panti mengetahui kehidupan seputar perkuliahan di kampus Ukrida.

Permasalahan yang dihadapi oleh Panti Asuhan Yataka ini adalah masalah yang dirasakan oleh semua Panti Asuhan yang ada di Indonesia, yaitu karena pandemi dan beberapa faktor tersebut, banyak panti asuhan yang mengalami kekurangan untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka.

Bahkan kami menemukan juga ada beberapa panti asuhan yang terpaksa menutup pantinya karena sudah tidak mampu membiayai kebutuhan pokok mereka sendiri. Maka dari itu, kami tergerak hatinya untuk mengadakan proyek pengabdian masyarakat – pelayanan komunitas yang bertema kegiatan sosial disalah satu panti asuhan di daerah Jakarta yaitu di Panti Asuhan Yayasan Talenta Kasih ini.

Tim dari mahasiswa Ukrida bersama anak-anak Panti Asuhan Yataka berswa foto bersama.

Peserta didik yang kami temui di Panti Asuhan Yataka ini semuanya mengikuti pendidikan formal atau sekolah resmi. Rata-rata sekarang mereka duduk dibangku sekolah jenjang SMP. Setiap hari mereka tinggal di panti dan pergi ke sekolah yang kini sudah mulai menerapkan pembelajaran tatap muka, namun ketika masa pandemi, mereka semua belajar online dari kamar masing-masing ataupun sekolah bersama di ruang tamu atau aula itu tadi.

Setelah program pelayanan ini dilaksanakan selama 5 kali pertemuan, pada pertemuan yang terakhir, kami dan pihak panti pun mengakhiri kegiatan pelayanan ini dengan bermain bulu tangkis bersama sebagai bentuk kebersamaan untuk menjalin hubungan yang sudah terbangun dengan baik selama program ini dilaksanakan.

Setelah itu, dari masing-masing pihak pun memberikan kesan dan pesan, baik dari kami para anggota kelompok, maupun juga dari pihak panti yaitu Pengurus dan anak-anak panti asuhan dan akhirnya Program Pelayanan dan Berbagi Kasih di Panti Asuhan Yayasan Talenta Kasih pun selesai. (*)

Artikel ini ditulis oleh Tim dari Mahasiswa Ukrida yang beranggotakan 5 orang yaitu Michale, Hana, Priska Shierin dan Henna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *