Armadaberita.com | TIGARAS – Warga Desa Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, kembali menagih janji Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution terkait perbaikan jalan sepanjang dua kilometer menuju Pelabuhan Tigaras. Hingga kini, kondisi jalan tersebut masih rusak parah, penuh lubang dan genangan air, terutama usai musim hujan.
Janji perbaikan sempat disampaikan langsung oleh Gubernur Bobby dalam pertemuan yang dihadiri Kepala Desa Tigaras, Camat Dolok Pardamean, perwakilan PUPR Siantar-Simalungun, dan pihak Syahbandar. Namun, belum ada realisasi di lapangan, bahkan tanpa dokumentasi resmi yang bisa dijadikan pegangan warga.
Warga mengeluhkan kondisi jalan yang membahayakan pengguna. “Kalau hujan, jalan licin dan becek. Kami sudah lama berharap ada perbaikan,” ujar Erik Sinaga, warga setempat. Keluhan juga datang dari wisatawan. “Ini pertama kalinya saya ke Pelabuhan Tigaras, tapi jalannya buruk sekali. Padahal Danau Toba destinasi internasional,” kata Tania, wisatawan asal Medan.
Jalur menuju Pelabuhan Tigaras sejatinya merupakan akses penting menuju Pulau Samosir. Rute ini juga menjadi alternatif tercepat dari Medan ke Samosir, dengan waktu tempuh 4–5 jam, termasuk jalur tol. Sejumlah operator seperti Parisma dan Sampri mulai membuka trayek tetap Medan–Samosir melalui jalur ini.
Namun, kerusakan jalan masih menjadi kendala utama. “Kalau jalannya mulus, kami bisa menambah frekuensi angkutan. Tapi kalau dibiarkan rusak, wisatawan malas lewat sini,” ujar Masta Sidabalok dari Parisma.
Pelabuhan Tigaras sendiri dikelola Kementerian Perhubungan dan melayani hingga 20 trip per hari pada masa liburan. Jalur ini juga menawarkan panorama alam yang menarik, mulai dari hamparan kebun teh hingga Danau Toba yang bisa dinikmati sepanjang perjalanan.
Warga berharap pemerintah segera menepati janji. “Jalan ini bukan cuma soal akses, tapi menyangkut wajah pariwisata dan kenyamanan masyarakat. Kami berharap Gubernur serius,” kata Nurdalin Sinaga, tokoh masyarakat Tigaras.











